translate

Senin, 30 Mei 2011

TANDA - TANDA KIAMAT KUBRO






Kata Pengantar


         Segala Puji Bagi Allah SWT, atas Berkah, Rahmat dan Inayah-Nya sehingga kami TIM Penyusun “ Sanggar Kyai Djawan Samudro “bisa menulis kembali sebuah Buku dari beberapa Hadist Shokheh mengenai “ Tanda – tanda Kiamat Qubra “,serta salam Ta’dim kami haturkan kepada baginda Rasulullah yang telah membimbing kita semua dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran yaitu Dinnul Islam dan tak lupa kami haturkan beribu – ribu terima kasih kepada beliau Ibu Endang selaku Nara Sumber yang telah menghimpun catatan – catatan tulisan tangan beliau sehingga kami bisa menyuguhkan kehadapan pembaca melalui kitab yang berjudul “ Tanda – tanda kiamat Qubra ini.”
         Seperti yang kita ketahui bersama – sama kehidupan manusia tidak luput dari berbagai permasalahan,baik dari segi Jasmani maupun dari segi kehidupan rokhani, yang kesemuanya itu bersumber pada satu simpul bahwa kita harus berpegang teguh pada aturan Hakiki  yaitu : Al- Qur’an dan Al – Hadist yang mana kedua sumber tersebut tidak dapat diganti maupun dirubah sampai kapanpun kebenaranya.
         Apabila kita membaca Kitab ini ,anda akan dibimbing langsung untuk mengetahui tanda – tanda tersebut, bukan melalui penalaran atau rekayasa akan tetapi langsung melalui Firman Allah SWT melalui Hambanya yang terkasih yaitu Muhammad SAW, yang telah kita ketahui kebenaran dan kejujuranya. Kita harus yakin bahwa apa yang beliau ucapkan adalah kebenaran .
         Semoga dengan penulisan kitab ini bisa menjadi rujukan kita semua bahwasanya firman Allah SWT, memang telah menjadi kenyataan yang tidak dapat dipungkiri kebenaranya, apapun yang telah Allah firmankan kenyataanyapun telah kita rasakan.
“ Demi Allah , sesungguhnya putra Maryam akan turun sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib , membunuh babi dan membebaskan jizyah ( Pajak )
H.R. Muslim bab Nuzuli Isa Hakiman
Kemudian Ia ( Isa . a.s ) tinggal dibumi selama 40 tahun , kemudian Allah mewafatkannya dan disholati oleh Orang – orang Muslim.
H.R. Imam Amad dan Abu Dawud
         Mudah – mudahan dengan niat baik ini, kita sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sebagai batu loncatan menuju kehidupan yang tiada batas yaitu Kehidupan Akhirat yang kekal abadi , tanpa kita kenal tanda – tanda maka kitapun tidak akan mengerti kapan akan datangnya…….tanpa kita tahu Kapan kiamat kecil datang kitapun tak akan sadar bahwa kita semua akan menemui kematian ( Qiamat Sugra )

         Terakhir , tulisan ini hanya sebagai wacana bahwa hidup tak akan kekal ,gemerlap dunia ada batas dan masa berlakunya……maka tanpa kita kenal maka kita tak akan tahu, apa itu Qiamat apa itu Dajjal ….?mudah – mudahan Allah Mewafatkan kita semua dalam akhir Khusnul Khotimah …..Amin Ya robbal Alamin…..

Penyusun





BAB I
TANDA – TANDA KIAMAT QUBRA ( BESAR )

         Dari beberapa hadist yang kami kumpulkan ada 9 tanda – tanda Kiamat Qubra
Antara lain :
1.      Munculnya Al – Mahdi ( Sang Ratu Adil )
2.      Al – Masih Ad – Dajjal
3.      Turunya Nabi Isa. a.s. ( Imam Mahdi )
4.      Ya’juj dan Ma’juj ( Gog dan Mogog )
5.      Gempa Bumi / Tanah longsor di 3 Wilayah
6.      Kabut / Ad – Dukhon
7.      Terbitnya Matahari dari Barat
8.      Keluarnya binatang dari perut bumi
9.      Api yang mengumpulkan manusia.

         I.    AL – MAHDI  ( Sang Ratu Adil )
                        Muhammad Al – Mahdi Al – Muntadhor berasal dari keturunan Fatimah
               binti Rosullullah SAW. Dari anak cucu Hasan a.s. dan Husein a.s.
               Ciri – ciri tubuhnya antara lain :Mukanya lebar dan hidungnya mancung
               Hadist dari Tsauban r.a., Nabi Muhammad SAW bersabda :
                        “ Akan berperang 3 Orang disisi perbendaharaanmu, mereka semua adalah
               putra khalifah , tetapi tidak seorangpun yang berhasil ( mengusainya ) Kemudian
               muncullah bendera – bendera hitam dari arah timur lantas mereka membunuh
               kamu dengan pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelumnya “.
                        Kemudian beliau Nabi Muhammad SAW menyebut sesuatu yang aku tidak
               hafal, lalu beliau bersabda; maka jika kamu melihatnya berbuatlah walaupun
               dengan merangkak diatas salju karena dia adalah Khalifah Allah Al – Mahdi ,jadi
               Al – Mahdi itu berasal dari Negeri Timur.
                        Selanjutnya Nabi Muhammad SAW mengatakan;
               “ Dan beliau ( Al – Mahdi ) dikukuhkan oleh penduduk bumi Masriq / timur yang
               membantunya menegakkan kekuasaan dan membangun pilar – pilarnya dan
               bendera mereka juga berwarna hitam yaitu warna yang melambangkan sikap
               merendahkan diri.
               Sebab bendera rasulullah SAW juga berwarna Hitam yang diberi nama “Al –
               Uqabah “ dan dibaiat disisi Baitullah sebagaimana ditunjuki oleh beberapa Hadist
               ( Hadist Ibnu Majah dalam “ Kitabul fitan : Kurujil Mahdi ) juga hadist riwayat
               Al-Hakim dan Ibnu Kashir

               HR. Abu Said Al – Khudri ra. Nabi Muhammad SAW bersabda “ Pada akhir
               Umatku akan  muncul Al – Mahdi , pada waktu itu Allah akan menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh – tumbuhan , memberikan banyak harta atau penghasilan, banyak ternak, umat menjadi mulia dan dia hidup selama 7 atau 8 atau 9 tahun

         HR. Sayyidina Ali karamallahu wajha , Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Al – Mahdi  itu dari golongan kamu, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam”.

         HR. Abu Said Al – Khudri ra; Nabi bersabda : “ Al – Mahdi dari keturunanku, lebar dahinya dan  mancung hidungnya, ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezaliman dan Penganiayaan , ia berkuasa selama 7 tahun “.

         HR. Ummu Salamah ra . Nabi bersabda : “ Al – Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu fatimah “.

         HR. Abu Said Al – Khudri ra. Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Dari antara keturunanku akan ada orang , yang  mana Isa Ibnu maryam melakukan Sholat dibelakangnya “.

         HR. Abdullah Bin Mas’ud , Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Tidaklah dunia akan lenyap sehingga   negeri  Arab   dikuasai oleh Seorang laki –  laki dari  ahli baitku
 ( Keluarga Rumahku ) yang namanya sama dengan namaku “.

         Mudah – mudahan dengan adanya hadist – hadist tersebut para pembaca tidak ragu – ragu lagi tentang keberadaan Imam Al – Mahdi , bukan berarti Imam Al – Mahdi adalah orang yang mengaku – ngaku sebagai Imam Mahdi yang akhir – akhir ini sering muncul dengan segelintir pengikut – pengikut yang membabi buta dengan dalil – dalil Ilham, Wangsit maupun telah bertemu malaikat melalui mimpi dan bertapa , akan tetapi Allah SWT , akan menunjukkan kebenaran apa yang telah difirmankanya melalui hambanya yang tercinta.
         Imam Al – Mahdi akan datang sesuai dengan sunatullah tanpa adanya rekayasa dan tipuan – tipuan sihir , marilah kita kembali kejalan Allah melalui Al – Qur’an dan Al – Hadist ,jangan sampai tertipu dengan pendapat – pendapat yang tidak bersumber kepada keduanya ( Al – Qur’an – Hadist  ) , Allah maha tahu dengan segala firmanya.



         II.  AL – MASIH AD –DAJJAL
            Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Amir bin Surail Asy Sa’bi  ( Suku Hamdan ) ; bahwa ia pernah bertanya pada fatimah binti Qais ( saudara wanita Ad – Dhoha Bin Qais ) salah seorang muhajirin ( peserta hijrah wanita angkatan I .
Amir berkata pada Fatimah ; “sampaikanlah padaku sebuah hadist yang engkau dengar dari Nabi Muhammad SAW secara langsung tanpa melalui orang lain”.
Fatimah menjawab ; “ Jika engkau menginginkan akan saya lakukan ,
Amir berkata ;” benar, ceritaknlah padaku “
Fatimah berkata ; “ Dahulu saya kawin dengan Ibnul mughiroh salah seorang pemuda Quraisy yang baik pada waktu itu lalu gugur dalam jihad pertama bersama Nabi, ketika saya menjanda saya dilamar oleh Abdurrahman bin Auf salah seorang kelompok sahabat Nabi meminangku untuk salah satu mantan Budaknya yang bernama Usamah bin Zaid bin haritzah; sedang saya pernah dapat berita bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barang siapa yang cintai aku hendaklah ia mencintai Usamah “ ( Usamah bin Zaid bin Haritzah adalah cucu angkat Nabi SAW dari anak angkatnya yaitu Zaid bin Haritzah.
Maka ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan pinanganya ( untuk cucu angkatnya padaku, saya berkata; urusanku berada ditanganmu karena itu nikahkanlah aku dengan siapa saja yang engkau kehendaki “, lalu beliau bersabda ; “ Pindahlah kerumah Ummu Syarik ( Ummu Syarik seorang wanita yang kaya dari kalangan Anshar yang suka melakukan infaq dijalan Allah dan biasa dikunjungi Tamu – tamu ), dan aku tidak suka kerudung ( Jilbabmu ) terlepas atau pakaianmu terbuka dan tanpak betismu, lalu dilihat kaum itu apa yang tidak engkau sukai, tetapi berpindahlah kerumah putra pamanmu yaitu Abdullah Bin Amer ibnu Ummu maktum”.
   Abdullah bin Amer adalah seorang laki – laki dari bani Fihr Quraisy dari  kalangan merekalah Abdullah dan fatimah dilahirkan, lalu Fatimah pindah kesana ketika masa Iddahnku telah habis saya mendengar nabi Muhammad SAW Ash sholatu Jami’ah , saya pergi ke Masjid dan sholat bersama Nabi , saya berada di shaf wanita yang ada dibelakang shaff laki – laki , ketika Nabi SAW melakukan Sholat , beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum seraya berkata: “ Hendaklah tiap – tiap orang tetap berada di tempat Sholatnya “, kemudian beliau melanjutkan “ Tahukah kamu mengapa saya kumpulkan kamu ?”
Mereka menjawab ; “ Hanya Allah dan Rosul-Nya yang lebih  mengerti kemudian beliau bersabda. “ Demi Allah aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad – Dhari ; seorang pengikut Nasrani telah berbaiat masuk Islam dan dia bercerita apdaku tentang suatu masalah sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai “Al – Masih Ad- Dajjal.
      Ia ( Tamim Ad – Dhari ) bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama 30 orang yang terdiri atas orang – orang yang berpenyakit kulit dan Lepra. Lalu mereka dihempas ombak 1 bulan dilaut, kemudian mereka mencari perlindungan kesebuah pulau ditengah lautan hingga sampai didaerah terbenamnya Matahari . Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau tersebut.
Disana mereka berjumpa seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tak kelihatan mana qubulnya dan  mana duburnya , karena lebat bulunya , Mereka berkat pada binatang itu; Busyet kamu siapakah ?, binatang itu menjawab, “ Wahai kaum, aku adalah Al – Jasazah , mereka bertanya Apakah Al – Jasazah itu ? “ wahai   kaum pergilah kepada orang yang berada didalam biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian,”Kata Tamim Ad – Dhari.
      Ketika binatang itu menyebut seseorang , kami menjauhinya , karena kami takut binatang itu adalah Syetan, lalu kami berangkat cepat – cepat hingga kami memasuki biara tersebut. Tiba – tiba disana ada seorang laki – laki yang sangat besar tubuhnya dan tegap, kedua tanganya dibelenggu kekuduknya , antara kedua kuduknya dan  mata kakinya dirantai dengan besi, Kami bertanya ;” Siapakah engkau ini ?” dia menjawab ,” Kalian telah dapat menguak beritaku , karena itu beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini ?” mereka menjawab ,” Kami adalah orang – orang dari arab , kami naik perahu dan kami terkatung – katung dilaut dipermainkan ombak selama 1 bulan kemudian kami mencari temapt berlindung ke Pulau ini dengan menaiki sampan  kecil yang ada disini, lantas kami masuk Pulaumu ini, dan kami bertemu seekor binatang bulunya sangat lebat hingga tak keliahatan mana qubulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya, lalu kami bertanya apakah Al – Jasazah itu? Binatang itu  menjawab bahwa kami disuruh bertanya kepada lelaki yang ada dalam biara dan kami segera kemari, dia ( lelaki itu ) berkata ,” Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Naktu Baisan “ , kamu bertanya tentang apanya ?”Dia berkata “ tentang kurmanya, apakah berbuah ,” kami menjawabnya ‘; “ Ya “
Dia berkata , “ Ketahuilah sesungguhnya pohon – pohon kurma itu akan tidak akan berbuah lagi “. Dan ia berkata lagi; “ tolong beritahukan kepadaku tentang danau At – Thobariyah “, Kami bertanya ;” Tentang apanya “  Dia bertanya ;” Apakah ada
airnya ?” kami menjawabnya ; “ Airnya banyak sekali “
Dia berkata “ Sesungguhnya airnya akan habis “, selanjutnya dia berkata lagi ; “ kabarkan kepadaku tentang Negeri “ Ain Zighor “ kami bertanya “ Tentang apanya ?”
“ Dia menjawab “, Apakah sumbernya masih mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamanya ?”
kami menjawab : Airnya banyak sekali dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka “.
Dia berkata lagi tolong beritahukan kepada kami tentang Nabi Orang Ummiy , apakah yang dilakukannya ?”kami menajwab : Beliau telah berhijrah meninggalkan Makkah ke Yatsrib “. Dia bertanya lagi,” apakah yang dilakukanya terhadap mereka ?” lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong Orang – orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhinya “.
Kami menjawab ; “ Beliau telah berhijrah meninggalkan Makkah ke Yaztrib” Dia bertanya ,” Apakah orang – orang Arab memeranginya ?” kami menjawab ;” Ya”
Dia bertanya lagi ,” Apakah yang dilakukan terhadap mereka ?” lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong Orang – orang arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau “.
Dia bertanya “Apakah  benar demikian ?!”
Kami menjawab ; “ Benar “
Dia berkata ; “ Ketahuilah bahwasanya lebih baik mematuhinya , dan perlu saya beritahukan bahwa saya adalah Al – Masih Ad- Dajjal dan saya akan diizinkan keluar , nantinya saya akan berkelana dimuka bumi,maka tidak ada satupun desa melainkan saya singgahi selama 40 malam kecuali Mekkah dan Thoibah ( Medinah ), karena kedua kota ini diharamkan atas saya. Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh malaikat yang menghunus pedang dan pada tiap – tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya “.
Fatimah berkata ;” Nabi Muhammad SAW bersabda sembari mencocokkan ( menusukkan ) tongkat kecilnya dimimbar ; inilah Thoibah , inilah Thoibah ini, ini ! thoibah , yakni Madinah,” ingatlah bukanlah aku telah mwmberitahukan kepadamu mengenai hal ini ?” Orang – orang menjawab “ Ya “ selanjutnya beliau bersabda ;
“ Saya heran kepada cerita Tamim Ad Dhari yang sesuai dengan apa yang saya ceritakan kepada kalian, juga tentang Kota Madinah dan Mekkah. Ketahuilah bahwa dia berada di laut Syam ( Syiria ) atau Laut Yaman,oh, tidak ,tetapi dia akan datang dari arah Timur ……dari arah Timur dan beliau berisyarat dengan menunjuk kearah Timur.
Fatimah berkata ; Maka saya hafalkan ini dari Rosulullah SAW”.( HR. Shahih Muslim 18 : 78 – 83 ).
Menurut Ibnu Hajar Bahwa HR. yang dikisahkan oleh Fatimah Binti Qais ini juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Aisyah ra. Dan Jabir ra ( Fathul Barri 13 : 328 )
      Dengan adanya hadist ini maka yakinlah bahwa Ad - Dajjal memang betul – betul ada sesuai dengan apa yang telah difirmankan oleh Allah melalui hambanya yang terkasih Muhammad Nabi akhir jaman.

III. Turunya NABI ISA a.s. ( IMAM MAHDI )
              
      Imam Mahdi dan Al – Mahdi orang terkadang banyak yang salah faham bahkan mungkin salah tafsir mengapa demikian ? yach…..karena mungkin kurang belajar atau mungkin hanya mendengar saja tanpa pernah mengkonfirmasikan pada ahli – ahlinya sehingga menganggap bahwa Al – Mahdi sama dengan Imam Mahdi , maka dengan adanya Tulisan ini mungkin bisa menjadi sedikit pengetahuan agar bisa membedakan antara Imam Mahdi dan Al – Mahdi.
     
      HR. Imam Bukhori dari Ibnu Abbas ra. Nabi Muhammad SAW bersabda ;
“ Saya melihat Isa, Musa dan Ibrahim ( Pada malam Isro’) Isa berkulit merah dan berbulu serta bidang dadanya “.

      HR. Muslim dari Abu Hurairah ra. Nabi bersabda ; “Aku melihat diriku di Hijr dan Orang Quraisy bertanya padaku..” lalu beliau melanjutkan ; ….Tiba – tiba Isa bin Maryam as. Sedang berdiri menunaikan Sholat adapun orang yang paling mirip denganya ialah “ Uswah bin Mas’ud Ast – Tsaqofi “.

      HR. Abdullah bin Umar ra. Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Pada suatu malam aku bermimpi berada disisi Ka’bah lalu saya lihat seorang lelaki berkulit putih yang sangat bagus , rambutya sampai dibawah telingga dan sangat indah serta disisirnya dan rambutnya itu meneteskan air, dia bersandar pada dua orang lelaki atau pada pundak dua orang lelaki dan dia melakukan Thowaf di Baitullah , lalu saya bertanya : “ Siapakah ini ? “ kemudian dijawabnya , ini adalah Al – Masih Ibnu Maryam “   ( Shoheh Bukhori 6 : 477 , Shoheh Muslim Bab Dzikril Ibnu Maryam as. 2 : 233 ).

      HR. Nawwas bin Sam’an ra ( Shoheh Muslim kitab Al – Kitan Wa Asyrotis sa’ah Bab Dzikr Ad Dajjal 18 : 67 – 68 ) : Nabi Muhammad SAW bersabda ; “ Ketika Allah mengutus Al – Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di Menara putih disebelah timur damsiq ( Damaskus Ibukota syiria ) dengan mengunakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan Za’faron , dan kedua telapak tangannya diletakkan disayap dua malaikat , bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara , maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang, lalu Isa as. Mencari Ad - Dajjal   hingga menjumpainya di pintu Lodd ( Negeri Yordania ) lantas dibunuhnya Dajjal .Kemudian Isa. as. Datang pada suatu kaum yang telah dilindungi dari fitnah Dajjal, lalu Isa. as. Mengusap wajah mereka dan memberi tahu tentang deraajd mereka di Surga.”
     
HR. Bukhari dan Muslim dari Abu hurairah ra. Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Demi Allah yang diriku ditangan – Nya benar – benar putra maryam akan turun ditengah – tengah kamu sebagai juru damai yang adil, lalu menghancurkan salib, dan harta kekayaan melimpah ruah hingga tidak ada seorangpun yang mau menerima ( Shadaqoh atau Zakat ) dari orang lain, sehingga pada waktu itu sujud sekali lebih baik daripada dunia seisinya “.
Kemudian Abu Hurairah ra. Berkata “ Bacalah firman Allah ini jika anda mau , tidak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya ( Isa. as. ) sebelum kematianya dan pada hari Kiamat nanti Isa. as. Akan menjadi saksi atas mereka “.

HR. Abu Hurairah ra. Nabi Muhammad SAW bersabda ; “ demi Allah yang diriku ditangan- Nya , sungguh putra maryam akan ber Tahlil di Fajjur Rahma ( suatu tempat antara Mekkah dan Madinah yang dilalui Nabi Muhammad SAW ,sewaktu perang badr dalam melakukan Haji atau Umroh atau melakukan Syarah Nabawi ( haji Qiron ) “ HR. Shahih Muslim – Kitab Hajji Bab Jawaziz Tamattu’ fil Hajji wal qiron 8 : 234 ).

HR. Muslim bab Nuzuli Isa Hakiman 2 : 292 , Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Demi Allah , sesungguhnya putra Maryam akan turun sebagai Hakim yang adil lalu dia menghancurkan Salib , membunuh babi dan membebaskan Jizyah ( Pajak ) “

HR. Abdullah bin Umar ra ( Muslim bab Dzikril Dajjal 18 : 75 – 76 ) Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Lalu Allah mengutus Isa Putra Maryam,…Lantas Isa tinggal bersama orang banyak selama 7 Tahun yang pada waktu itu tidak ada permusuhan sama sekali satu sama ( sesame Manusia ) setelah itu Allah mengirim angin yang sangat dingin dari arah syam ( Negeri syiria ), maka tidak ada seorangpun dimuka bumi yang pada waktu itu masih mempunyai kebaikan atau keimanan dalam hati walaupun seberat biji atom melainkan dihembusnya dan mati karenanya “.

HR. Ahmad dan Abu Dawud Nabi Muhammad SAW bersabda : Kemudian Ia ( Isa as ) tinggal di Bumi selama 40 tahun, kemudian Allah mewafatkannya dan dia disholati oleh Orang – orang muslim”. Inna Lilahhi Wa ina Ilaihi roojiun demikianlah kisah yang ada di Al – Qur’an dan Hadist Nabi tentang keberadaan Isa putra Maryam
IV. Ya’juj wa Ma’juj ( Ghomir dan magoq )
      Mereka anak – anak Nabi Jawid as. Bin Nuh as.jadi Yai’juj dan Ma’juj adalah salah satu cucu Nabi Nuh. As.
      Ya’juj  atau Ghomir menurunkan Bangsa – bangsa Asia tengah, dan Ma’juj atau magog menurunkan Bangsa – bangsa Slavia di Eropa Timur.
      Jadi Ya’juj Ma’juj adalah keturunan dari Bangsa Rusia, Slavia dan Asia tengah

Lihat surat Al – Kahfi 99 di Al – Qur’an dalam kitab Fatul Bari 13 : 107 ; bahwa Ya’juj ma’juj berasal dari keturunan Tarsus bin Jawid as. Bin Nuh jadi Ya’juj dan Ma’juj berasal dari keturunan Tarsus ( Tartar ), jadi berasal dari Bangsa Rusia , Slavia, Asia Tengah dan Tartar ; mereka semua adalah darah dari Nabi Jawid as. Anak Nabi Nuh as.
        
Ciri – cirinya antara lain : tidak fasih bicaranya, Sipit matanya, pirang ( merah ) rambutnya dan lebar dahinya.
HR. Imam Akhmad dari Ibnu Harmalah dari Bibinya; bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda  “ Kamu mengatakan tidak ada permusuhan padahal kamu senantiasa  memerangi musuh sehingga datangnlah Ya’juj dan Ma’juj , yang lebar jidatnya , sipit matanya , menyala ( merah ) rambutya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti palu ( Martil ) “

Ibnu Hajar mengemukakan beberapa atsar mengenai sifat – sifat Ya’juj dan Ma’juj diantaranya ada 3 golongan :
1.            Golongan yang tubuhnya seperti pohon yang sangat besar.
2.            Golongan yang tingginya 4 hasta
3.            Golongan yang membentangkan telinganya memepertemukannya dengan telinga yang satunya ( telinganya panjang  dan lebar )

Dalil – dalil akan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj  : QS. Al Ambiya 96 – 97 , Al - kahfi 92 – 97 ( kisah nabi Iskandar Zulkarnain )
Dalam tafsir Ibnu kastsir dalam Al- bidayah wan Nihayah 2 : 102 – 106 / 5 : 185 – 186.
            Nama Islam atau tauhid Nabi Iskandar Zulkarnaen as adalah : Abdullah Bin Ad dhahak bin Ma’ad bin Qinam dari suku Azd dari Qothan ( Balkan – Macedonia di Eropah Timur )
            Dalam QS Al – Kahfi 92 – 99 bahwa dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi kemudahan kepada Iskandar Zulkarnaen ( seorang Raja atau kaisar yang Sholeh untuk membuat dinding yang besar untuk menjadi penghalang antara Ya’juj dan Ma’juj yang suka membuat kerusakan di Bumi dengan manusia.
            Apabila telah datang waktu yang ditentukan dan kiamat kian dekat, maka pecahlah dinding itu dan keluarlah Ya’juj dan Ma’juj dengan kecepatan dan  kemampuan luar biasa yang tiada seorangpun mampu menghalanginya, lantas mereka membaur ke tengah – tengah masyarakat dan menyebarkan kerusakan di muka bumi dan ini merupakan tanda sudah dekatnya kiamat Kubra sebagaimana dijelaskan dalam hadist Shohih ( periksa Tafsir Ath Thobari juz 16, 15 – 28 dan juz 17 : 87 – 92, Tafsir ibnu Katsir  5 : 191 – 196 dan 5 : 366 – 372 dan tafsir Qurthubi 11 : 341 – 342 )

            Dalam hadist An Nawas bin Sam’an ra. Yang disitu disebutkan bahwa Allah memberitahukan kepada Nabi Isa as. Dengan firmanya yag tiada seorangpun yang mampu melawanya, karena itu bawalah hamba – hambaku ( yang baik – baik ) ke gunung lalu Allah membangkitkan ( mengutus ) Ya’juj dan Ma’juj mereka segera datang dari seluruh tempat yang tinggi.
Maka kelompok yang pertama dari mereka melewati danau thobariyah atau thobarius ( di Negeri Israel ) dan meminum airnya hingga habis, menyusullah kawan – kawanya dan  meminum air di laut merah hingga laut merah berkurang airnya. Dan Nabiullah Isa.as. masih di tahan ( oleh Allah ) bersama – sama para sahabat – sahabat , sehingga hari itu kepala seekor lembu lebih baik bagi kamu daripada 100 dinar, lalu nabi Isa as. Dan Sahabat – sahabatnya berdo’a kepada Allah, lantas Allah mengirimkan cacing – cacing kepada Ya’juj dan Ma’juj kemudian Ya’juj dan Ma’juj mati serempak.
            Lalu Nabi Isa as. Dan sahabat – sahabatnya turun  ( dari  Gunung – gunung ) kebumi. Maka tidak ada tanah sejengkalpun melainkan penuh bangkai Ya’juj dan Ma’juj . Lalu Nabi Isa as dan sahabat – sahabatnya berdo’a kepada Allah , kemudian Allah mengirimkan burung – burung yang lehernya seperti unta ( Burung Unta ) untuk mengambil dan menerbangkan bangkai – bangkai Ya’juj dan Ma’juj kemana saja yang dikehendaki Allah ( Hadist Shoheh Muslim ; Dzikr Ad – Dajal 18 : 68 – 69 )
            HR. Abdullah bin Mas’ud ra ; pada malam ketika Nabi Muhammad SAW di Mi’rojkan beliau bertemu Nabi Ibrahim as, Musa as, Isa as lalu mereka membicarakan As Sa’ah ( Qiamat ) kemudian mereka kembali membicarakan Isa. as. Kemudian beliau – beliau tersebut menyebut – nyebut terbunuhnya Dajjal lalu berkata ; “ Kemudian manusia kembali kenegara masing –masing , lantas mereka dihadapi Ya’juj dan Ma’juj yang berdatangan dengan segera dari setiap tempat yang tinggi. Tidak ada satupun tempat air melainkan mereka minum dan tak ada sesuatupun melainkan mereka rusak.Manusia meminta pertolongan kepadaku, lalu aku berdo’a kepada Allah, lantas Allah mematikan mereka ( ya’juj dan Ma’juj ) dan bumipun berbau busuk karenanya. Lalu mereka meminta pertolongan lagi kepadaku, kemudian aku berdo’a lagi kepada Allah , lalu Allah mengirimkan air yang membawa jasad – jasad mereka ke laut.

HR. Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Dan keluarlah mereka ( Ya’juj dan Ma’juj ) kepada manusia – manusia meminum semua air dan orang – orangpun berlari darinya. Lalu mereka melepaskan anak – anak panah mereka ke langit, kemudian anak – anak panah itu kembali kepada mereka ( Ya’juj dan Ma’juj ) dengan berlumuran darah,lantas mereka berkata “ Kami telah mengungguli  kekuatan penduduk langit “ lalu Allah mengirimkan ulat – ulat ( Virus, bakteri , baksil ) ke kuduk – kuduk mereka ( Ya’juj dan Ma’juj ) yang membinasakan mereka . Demi Allah yang diri Muhammad di tangan Nya , bahwa binatang – binatang di bumi sesudah itu menjadi gemuk – gemuk penuh lemak dan susu dan mabuk karena memakan daging – daging Ya’juj dan Ma’juj.

DINDING YA’JUJ DAN MA’JUJ
            Dalam QS. Al- Kahfi ; Nabi Iskandar Zulkarnaen ( Alexander The Great from Macedonia – Greek / Yunani ) membangun dinding di negeri tetangganya karena diminta tolong oleh rakyat dan Raja Negeri Tetangganya tersebut oleh karena mereka sangat takut akan serangan Ya’juj dan Ma’juj.
            Dinding tersebut terdapat pada Pegunungan antara negeri ( kini ) Azerbaijan hingga perbatasan negeri Ukraina ( mantan wilayah Sovyet / Rusia ) dari luar tampak pegunungan biasa yang tubuh lebat hutan – hutannya akan tetapi dahulu tingginya gunung tersebut ditambahi oleh Nabi Iskandar Zulkarnaen dengan bahan – bahan dari Cor – coran besi, tembaga dan timah yang diinsyuri oleh Nabi Iskandar Zulkarnaen dan yang mengerjakan Rakyat Khurosan supaya golongan ya’juj dan Ma’juj tidak bisa melewati daerah tersebut . Untuk memasuki daerah khurosan ( kini wilayah Azerbaizan dan Iran )
            Keturunan Ya’juj dan Ma’juj sebagian menjadi manusia biasa, menjadi Bangsa Asia tengah dan Rusia, tetapi yang sebagian menjadi ingkar dan banyak yang hidup ( dighoibkan Allah ada yang hisdup didalam bumi tertutup gunung yang di cor oleh Nabi Iskandar Zulkarnaen tersebut dan setiap hari memperkuat diri berusaha keluar dari tempat tersebut.
            Imam bukhori berkata “ Seorang laki – laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW ; Saya  telah melihat dinding – dinding itu seperti kain yang  bergaris ,lau beliau ( Nabi Muhammad SW menjawab ; Sungguh engkau telah melihatnya “
( Diriwayatkan oleh Bukhari pada Bab Qishahah Ya’juj da Ma’ajuj 6 : 381 )
            HR. Tirmidzi , Ibnu Majah dan Al hakim dengan sanadnya shohih ; Nabi SAW bersabda ; “ Mereka menggalinya setiap hari sehingga mereka hampir dapat merobohkannya maka berkatalah yang menjaganya kepada mereka , kembalilah., kami besok akan melubanginya “ lalu Alloh mengembalikanya sekokoh semula, sehingga jika telah sampai waktunya Alloh berkehendak melepaskanya ke tengah – tengah
manusia , maka berkatalah penjaga itu kepada mereka “ Kembalilah besok kamu akan dapat melobanginya ; jika Alloh telah menghendakinya “ Lalu mereka kembali lagi sedang dinding itu dalam keadaan waktu mereka meninggalkanya dulu, lalu mereka ( Ya’juj dan Ma’juj ) mulai mereka melobanginya dan melebur ke tengah – tengah manusia , lantas meminum air dan orang – orang berlari dari mereka”.


V.        TERJADI 3  ( Tiga )GEMPA   
  
   HR. Hudzaifah bin Usaid ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
   “ Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sepuluh tanda “ kemudian beliau menyebutkan al: ada 3 Gempa / tanah longsor , yaitu gempa di wilayah timur, Barat dan Jazirah Arab “.( HR. muslim Shohih 18 : 27 – 28.
QS. Ad’ Dhukhon 10 – 11 )

VI.             KABUT ( Ad – Dukhon )

Dalam QS. Ad- Dukhon 10 – 11, QS Sha’ad 86
HR Muslim dan Abu Hurairah ra , Nabi Muhammad SAW Bersabda
“ Bersegeralah melakukan amal – amal sholeh sebelum datangnya 6 perkara yaitu :
Dajjal dan Kabut……… )”

Ibnu Jarir Ath Thobari , meriwayatkan dari Abu Malik Al – Assya’ri ra , ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Sesungguhnya Tuhan kalian telah memperingatkan kalian akan tiga perkara yaitu :
“ kabut yang akan  menimpa orang – mukmin bagaikan penyakit selesma dan menimpa orang kafir lantas menghembusnya hingga keluar dari setiap pendengaranya. “

VII.     TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT
               HR. Bukhari  dan Muslim dari Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Tidak akan datang Qiamat sehingga Matahari terbit dari tempat tengelamnya ( dari barat ) Apabila Matahari terbit dari barat maka orang – orangpun melihatnya , lantas mereka beriman seluruhnya, maka itulah saat ketika iman seseorang tidak lagi bermanfa’at bagi dirinya,yang belum beriman sebelum itu atau belum  mengusahakan kebaikan dalam masa imanya”.
HR. Imam Akhmad dan Muslim dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata
“ Saya hafal sebuah hadist dari Rosululloh SAW, yang tidak pernah terlupakan sesudah itu saya mendengar beliau Muhammad SAW Bersabda “
“Sesungguhnya tanda – tanda hari Qiamat yang akan muncul pertama kali ialah terbitnya matahari dari barat.”

HR. Abu Dzar Al Ghiffari bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW Bersabda : 
“ Tahukah kamu , kemanakah perginya matahari pada waktu itu ?”
Mereka para Sahabat menjawab “ Allah dan Rosulnya lebih mengetahui “ lalu beliau bersabda  : “ Sesungguhnya matahari ini terus berjalan hingga sampai di tempat menetapnya dibawah Arsy, lalu tunduk bersujud. Maka tidak henti – hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya; Bangkitlah ,kembalilah ke tempat darimana engkau datang tadi lalu ia kembali dan terbit lagi dari tempat terbitnya, kemudian ia berjalan hingga sampai ke tempat menetapnya di Arsy , lalu ia tunduk bersujud . Maka tidak henti – hentinya hingga ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya ; Bangkitlah, Kembalilah ke tempat darimana engkau tadi datang, lalu ia kembgali dan berbuat lagi dari tempat terbitnya ; lalu ia berjalan lagi dengan tiada seorangpun yang menginkarinya hingga sampai di tempat menetapnya di bawah ‘ Arsy . Bangkitlah, Kembalilah ke tempat darimana engkau tadi datang, lalu ia kembgali dan berbuat lagi dari tempat tengelamnya “. Kemudian Rosul SAW bersabda “ Tahukah Kamu kapankah hal itu terjadi ? yaitu ketika Iman seseorang tidak bermanfa’at bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam masa imanya “

LIHAT QS. Al – Kahfi 86 :
Hingga apabila dia , telah sampai ke tempat terbenamnya matahari , dia melihat matahari terbenam didalam laut yang berlumpur hitam “.

Menurut Syeh Abu Sulaiman Al – Khatabi bahwa ini hanyalah batas terakhir kemampuan pandangan mata terhadapnya pada waktu tenggelam ( terbenam ) ,sedangkan keberadaanya dibawah “ Arsy untuk bersujud itu adalah Setelah ia terbenam ( Sarah As – Sunnah Karya Al – Barghawi 15 : 95 – 96 dengan Tahqiq Syu’aib Al – Arnauth )


Imam Nawawi berkata :
“ Adapun Sujudnya Matahari adalah menurut pengetahuan yang diciptakan Allah untuknya “  ( Syarah Ahahih Muslim 2 : 197 )

Ibnu Katsir berkata :
“ Segala sesuatu bersujud untuk mengagungkan-Nya, baik dengan patuh atau terpaksa , dan sujudnya sesuatu itu merupakan suatu kekhususan “
( Tafsir Ibnu Katsir 5 : 398 )

HR. Imam Akhmad 3 : 133 – 134 nomer 1971 dengan Tahqiq Akhmad Shahir ; Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Tugas Hijrah itu tidak terputus selama taubat masih diterima dan taubat itu diterima sehingga matahari terbit dari barat; apabila matahari terbit dari barat maka dikuncilah setiap hati dengan apa yang ada didalamnya. Dan cukuplah bagi manusia apa yang telah diamalkanya “
Beliau ( Nabi Muhammad SAW ) bersabda lagi :
Sesungguhnya Allah Ta’ala membuat pintu di barat yang luasnya sejauh perjalanan 70 tahun untuk menerima taubat ( Pintu taubat ) yang tidak ditutup sehingga matahari terbit dari arah barat, dan inilah yang dimaksud dengan firman Allah :
“ Pada hari ketika telah datang sebaian ayat – Ayat Tuhanmu ; t9idaklah berguna iman seseorang bagi dirinya yang belum beriman sebelumnya…..”
( tuhfatul Akhmadzi Syarah Tirmidzi bab Maajaana Fii Fadli at Taubah wa al Istighfar 9 : 517 – 518 Tafsir Ibnu Katsir 3 : 369 )

HR. Abdullah bin Umar dari Nabi Muhammad SAW : sesudah terbitnya matahari dari barat , masih akan tinggal di bumi selama 120 tahun,

Diriwayatkan oleh Imran bin Husein bahwa ia berkata :
“ Sesungguhnya tidak diterima taubat seseorang pada waktu terbitnya matahari dari barat hingga seperti suara keras lalu banyak orang yang mati.
Barang siapa yang masuk Islam atau bertaubat pada waktu itu kemudian ia mati, maka tidak diterima taubatnya, dan orang yang bertaubat sesudah itu, maka taubatnya tidak diterima “.
( At – Tadzkirah : 705 – 706 )


HR. Thabarani dari Aisyah ra ia berkata :
“ Apabila telah muncul tanda – tanda hari Kiamat yang pertama ( terbitnya Matahari dari barat ) maka pena – pena ( Pencatat amal ) dilemparkan para penjaga – penjaga ( Malaikat – malaikat penjaga ) di tahan ( Diberhentikan dari tugas ) dan jasad Manusia menjadi saksi atas amalnya “

HR. Imam Muslim Dari Abu Musa ra ; ia berkata bahwa nabi pernah bersabda “ Sesungguhnya Allah menbentangkan tangan- Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang bersalah pada siang hari, dan Dia membentangkan tangan- Nya pada siang hari menerima taubat orang yang bersalah pada malam hari hingga matahari terbit dari barat “.


VIII        KELUARNYA BINATANG DARI PERUT BUMI

   Qs. An – Naml : 82
   Qs. At – Tadzkirah : 697

HR. Imam Akhmad dari Abi Umamah ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Akan muncul binatang dan baunya menusuk hidung orang banyak, kemudian mereka berdesak – desakan kepadamu sehingga ada seorang membeli unta dan ditanya orang lain ; “ darimana anda membelinya ?
Dia menjawab ; dari orang – orang yang melangkah ( berjalan itu ).”

HR. Imam Akhmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Akan muncul binatang itu dengan membawa tongkat Nabi Musa as. Dan cincin Nabi Sulaiman as. Lalu memberi tanda ( Cap ) pada orang – orang kafir dan membersihkan tongkat itu, sehingga orang – orang yang memiliki meja makan berkumpul di Meja – meja mereka, lalu yag ini berkata ; Wahai si Mu’min dan yang itu berkata ; Wahai si kafir “

Dalam tafsir Al – Qurtubi : 13 ; 255 bahwa binatang itu adalah anak unta yang telah disapih milik Nabi sholeh as ( jaman dahulu sewaktu Nabi Sholeh memiliki unta bunting )

HR. Abu Daud Athoyalisi dari Khudzaifah bin Usaid Al Ghiffari ra, ia berkata ; rosululloh SAW menyebut – nyebut binatang itu lalu ia membawa hadist itu didalamnya disebutkan :
“ Tidak ada yang menggembalakanya kecuali dia melenguh ( berseru ) diantara Rukun dan maqom ( rukun yamani dan Maqom ibrahim ) “dan diriwayatkan oleh Hakim dalam Al- Mustadzrok : 484

IX.          API YANG MENGUMPULKAN MANUSIA
HR. Muslim dalam kitab Al Fitan wa asyroth As Sa’ah ( 18 – 27 – 29 ) dari Khudzaifah bin Usaid ra bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Dan yang terakhir ialah Api yang keluar dari yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka ( Mahsyar )

HR. muslim dari Khudzaifah bin Usaid ra. Ia berkata ; Abu Dzar Al Ghiffari ra pernah berdiri lalu berkata “ Wahai bani ghiffar , bertanyalah dan jangan berselisih ; sungguh Ash Shodiq Al Masduq ( Nabi Muhammad SAW ) telah bersabda padaku ; “ sesungguhnya manusia itu akan dikumpulkan dalam 3 Kelompok ;satu kelompok dengan berkendaraan dan penuh harapan , mereka makan dan berpakaian ; satu kelompok berjalan dan berlari ; satu kelompok lagi diseret mukanya oleh malaikat dan digiringnya ke Neraka, lalu salah seorang dari mereka bertanya ; dua kelompok ini telah kami kenal maka bagaimana halnya orang – orang yang berjalan kaki dan berlari ? beliau menjawab ; “ Allah akan menimpakan penyakit pada binatang tungganganya hingga tidak ada yang tersisa sehingga ada orang yang memiliki kebun yang bagus ditukar dengan unta yang dipekerjakan, namun orang itu akhirnya tidak dapat menguasainya ( memilikinya )”
HR. Ibnu Umar ra nabi Muhammad SAW bersabda ;
“ Hendaklah kamu berkumpul di Syams ( syiria ) “
HR. Imam Akhmad dan Tirmidzi )

   Demikianlah kitab tanda – tanda Qiamat Qubra kami tulis mudah – mudahan ada guna dan faedahnya, dari yang sedikit ini bisa menambah wawasan kita akan sebuah kejadian yang mana telah difirmankan Allah dalam Al – Qur’an dan telah disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW dalam Al – Hadist ,maha suci Allah yang telah memfirmankan kejadian – kejadian baik melalui tanda – tanda maupun orang – orang yang dipilihnya.


PENUTUP

         Puji Syukur Al hamdulillah kami panjatkan kehadirat Ilahi Robbi,telah selesai kami susun tulisan – tulisan tangan dari Ibu Endang d/ a Permata Asri – Pakis dalam Kitab tanda – tanda Qiamat Qubra yang diambil dari beberapa Hadist Dan Al – Qur’an juga dari beberapa kitab karangan Ulama’-  ulama’ terkenal .
         Mudah – mudahan dengan keterbatasan Penyusun juga Penulis ,kami mohon ma’af sekiranya ada tulisan maupun kesalahan ketik agar dapat kami jadikan acuan untuk lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas dari tulisan – tulisan kami.
         Kami hanyalah perantara tak lebih dari itu, kebodohan, kekhilafan , dan kekurangan pengetahuan adalah milik kami ( Penyusun dan Penulis ) maka dari itu ,dari lubuk yang paling dalam tidak ada niatan sedikitpun untuk kami banggakan selain dukungan, saran dari pembaca maupun pemerhati  tulisan – tulisan kami.
         Juga ucapan Terima Kasih Kepada Saudara Tua kami  , Pinisepuh , orang – orang yang alim, orang – orang yang mensuport kami baik dari ucapan maupun tindakan nyata ,sehingga kami bisa bersemangat untuk tetap menulis.
         Terakhir kami ini hanyalah Penulis lokal , amatiran yang hanya punya pengetahuan sedikit tentang apa yang kami tulis, maka dari itu ,jangan salahkan kami kalau ada tulisan yang mungkin kurang berbobot dan lain sebagainya.
         Acuan kami hanya untuk Syiar Agama , berbagi Pengertian , berbagi pengalaman lewat tulisan – tulisan kami.
         Akhir kalam Segenap Tim Penyusun “  Sanggar Kyai Djawan Samudro“ d/a C@haya Computer Jl. Raya H. Ro’uf Bunut Wetan 085855943968 juga Ibu Endang d/a  Permata Asri – Pakis mengucapkan terima kasih kepada Bapak – bapak maupun saudara – saudara kami yang masih Keturunan Keraton Yogyakarta memberikan beberapa Kitab Jawa Kuno untuk dapat kami tulis kembali lewat tulisan – tulisan yang mungkin tidak lama lagi akan kami cetak



    Wassalam Wr. Wb.


    Sanggar Kyai Djawan Samudro







AJIMAT KALIMOSODO




PENDAHULUAN


           Sebelumnya Kami mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah SWT serta salam takdim kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Atas berkah dan syafaatnya sehingga kami bisa menyusun Kitab Ajimat Kalimasada ini ,juga tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Endang yang telah bersusah payah menghimpun tulisan – tulisan tangan beliau sehingga  kami bisa menampilkan dalam bentuk tulisan ini.
           Kitab  Ajimat Kalimasada ini merupakan sebuah Ajimat yang tiada bandingnya , karena siapapun yang memegang ajimat ini, kelak akan mendapatkan sebuah kedamaian yang tiada batas, kesempurnaan yang tiada banding.
           Perang Bharata Yudha Jaya Binangun  yang begitu Agung dan bersejarah itu telah  banyak menelan korban  Satriya – satriya pilih tanding ,dimana Kurawa dan Pandawa memeras tenaga dan harta benda yang begitu banyak, sehingga terjadilah perang yang tiada duanya didunia ini. Namun dibalik keagungan dan kedasyatan Bharata yudha ternyata ada seorang Kaisar yang kelak mendapatkan sebuah Ajimat yang tiada kalah dasyatnya dengan Perang Bharata Yudha, siapakah dia ?.
           Mungkin orang dijaman Pendawa sudah bisa menebak ,siapakah orang yang pantas mendapatkan ajimat tersebut . Orangnya jujur, rendah hati, sopan santun, apapun yang dia miliki pasti akan ia berikan apabila ada yang membutuhkan.
           Ya,seorang yang berjiwa sabar, dicintai rakyat dan redah hati, siapa lagi kalau bukan Puntadewa, orang yang berdarah putih yang welas asih yang tiada duanya dimuka bumi ini. Dan untuk lebih jelasnya marilah kita baca bersama – sama kitab Ajimat Kalimasada ini mudah – mudahan mengerti apa dibalik kisah perjuangan seorang Ksatriya Pandawa yang oleh Allah dipilih untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati, mati sempurna dengan akhir Khusnul Khotimah.
           Tiada akhir yang sempurna , tiada awal yang penuh dengan lika – liku perjuangan , apabila kita tidak berusaha dan menapaki jalan hidup ini dengan ihtiyar, akhirnya kami sebagai penulis ( Sanggar Kyai Djawan Samudro ) mohon sekiranya para pembaca untuk lebih bersemangat untuk mendapatkan Ajimat ini, karena akhir – akhir ini generasi muda banyak yang dinina bobokan oleh sebuah cita – cita menjadi figure fiktif yang mengedepankan sebuah wacana public yang semu, ingin disanjung , ingin terkenal tanpa berusaha mempertahankan akidah yang sejati yaitu Ajimat Kalimasada yang mempunyai arti tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
                                  
                                                                                                                                Penulis




Bab I
Catatan Ringkas tentang kaisar Yudistiro


           Yudistiro / Puntadewa / Samiaji adalah 5 bersaudara dari kelompok Pandawa,beliau adalah saudara tertua dari 5 bersaudara yang antara lain :
1.        Yudistira / Puntadewa / Samiaji
2.        Bima / Werkudara
3.        Arjuna / Permadi / Janaka
4.     Nakula 
 5.        Sadewa

 
           Selesai Perang Bharata Yudha Jaya binangun Pandawa yang memenangkan Peperangan tersebut dengan menguasai seluruh Wilayah Hastinalaya ( seluruh bumi ) dengan Ibukotanya di Hastinapura ( Benua Hindia ) dan tempat Istananya dengan kantor – kantor pemerintahanya di Amarta dan Indraprasta ( Wilayah Pulau Jawa ) dan kala itu yang menjadi Kaisar adalah Pangeran Yudhistira ( Puntadewa ) dengan mendapat gelar Pangeran Samiaji.
           Semenjak muda hingga meninggal dunia ,beliau selalu rendah hati dan memegang kejujuran dan kesabaran, semua rakyatnya mencitai beliau karena sabar, mengatur dengan adil dan selalu berusaha memecahkan masalah dengan tidak melalui  peperangan.
           Selama Negara dipegang oleh Yudhistira , selama itu pula Negara dalam keadaan makmur ,aman sentausa.gemah ripah loh jinawi namun Yudhistira menyadari bahwa tak selamanya akan hidup terus di dunia ini, suatu saat akan kembali ke asalnya yaitu Alam Kelanggenggan .
           Namun sungguh sudah menjadi niat dari Yudhistira bahwa ia akan mencari kesempurnaan hidup , apalah arti dari ini semua karena harta benda , istri cantik , ketenaran , kemashuran tidak membuatnya bahagia, seakan – akan ia merasakan suatu perasaan yang sungguh sangat aneh , ia ingin menemukan suatu ketenangan yang tiada batas ! kesempurnaan yang tiada banding ! kekekalan hidup yang tak pernah sirna !
           Dengan semangat yang begitu menggebu – nggebu Pangeran Yudhistira merasa bahwa ia akan menanggalkan baju kebesaran, ketenaranya , lebih – lebih Mahkotanya.
Beliau merasa bahwa hidupnya sudah diambang batas kejenuhan karena kelima anaknya semua gugur di medan Perang Bharata Yudha ,hanya tinggal istri tercantiknya Drupadi.





BAB II
PENCARIAN KESEMPURNAAN HIDUP
           Setelah berminggu – minggu Yudistira merenung akhirnya diambilah keputusan untuk menyerahkan tahta kerajaan kepada cucu kandung kinasih Yaitu Pangeran Parikesit yang yatim sebab ayahnya Pangeran Abimanyu gugur dalam Perang Bharata Yudha Jaya Binangun dan Pangeran Parikesit bergelar Satriyo Piningit karena dia titisan Bethara wisnu yang artinya mendapat Wahyu Kebijaksanaan .Dengan wajah legowo Pangeran Yudhistira menyerahkan tahtanya kepada cucu kinasihnya itu.
           Langkah kedua agar perjalanan hidup yang akan dijalani ini berjalan mulus tanpa ada batu sandungan yang akan menganjalnya dalam perjalananya nanti ,  beliau dengan ikhlas ( legowo ) menyerahkan satu – satunya permaisuri kinasihnya  yaitu Dewi Drupadi kepada adik kandungnya sendiri yaitu Raden Arjuna guna diperistri oleh Arjuno,karena Raden Yudhistiro tahu bahwa cinta Arjuno murni hanyalah kepada Drupadi seorang begitu pula Dewi Drupadi sebaliknya.
           Dulu sebelum kenal R. yudistira , Drupadi adalah pacar R. Arjuna sebab sewaktu diadakan sayembara mendapatkan   putri Drupadi ,     yang    memenangkan      adalah R. Arjuna mereka saling mencintai , akan tetapi setelah hendak menikah, tiba – tiba Ibu pandawa ( Ibu Kunti ) menetapkan supaya Drupadi diperistri oleh yang paling tua yaitu Yudhistira oleh karena ke 5 Orang Satriya Pandawa berbakti kepada ibunya, akhirnya Putri Drupadi dinikahkan dengan P. Yudhistira dan dijadikan permaisuri hingga mempunyai 5 orang anak, yang akhirnya ke 5 anaknya gugur di Bharata Yudha.
           Bahwa dia pria sejati dan bersikap satriya ( pria yang tegar menghadapi kenyataan dan menghadapi hidup ). Akhirnya R. Arjuna mengambil banyak sekali istri; dari wanita yang satu ke wanita yang lainya sampai berjumlah 40 istri, itu menunjukkan bahwa semuanya itu sebagai pelampiasan saja. Dilihat orang banyak bahwa dia jantan bisa beristri yang berjumlah  40 orang , itu menunjukkan bahwa semuanya itu hanya pelampiasan saja . Dilihat orang banyak bahwa dia jantan bisa beristri 40 Orang, tetapi sebenarnya hatinya sedih melihat orang yang paling dicintainya diperistri oleh abangnya hati memang tidak bisa didingkarinya . Yudhistira tahu akan hal itu. Tibalah kesempatan sewaktu siap melaksanakan hendak berangkat lelana brata mencari kesempurnaan hidup, dengan ikhlas siserahkan drupadi kepada Raden Arjuna supaya drupadi bertemu cintanya, yang sebenarnya .Jadi menjelang hari tuanya Raden Arjuna menemukan cinta sejatinya yaitu pada drupadi.
           Setelah Raden Arjuna dinikahkan dengan dewi Drupadi , berangkatlah Pangeran Yudhistira melaksanakan hakekat mencari kesempurnaan hidup , jadi tiada beban berat lagi bagi Yudhistira dalam berdarma di kehidupan ini , membawa Jasmani dan Rokhani yang dibalut kain putih dan surban dikepala dan 2 cuping ditelinganya  ( menunjukkan bahwa dia berasal dari Satriya ) berdharma mencari ampunan dari Tuhan dengan bekal kesabaran dan kejujuran mengelilingi bhumi ribuan tahun menunggu wangsit supaya diberi mati sempurna.
           Pada saat melaksanakan hakekat , Pangeran Yudhistira bertemu seorang waliullah yang tahu maksud Yudhistira , diberinya sebuah tulisan berisi mantera yang isinya dan bila dibaca bisa mati sempurna, berhubung Pangeran Yudhistira hanya bisa membaca huruf sangsekerta saja dan tidak bisa membaca tulisan yang ada dicatatan wali tersebut ( yang dilihatnya tulisan tersebut sangat aneh dan asing baginya ), akhirnya disimpanya saja tulisan tersebut pada cuping telingga kanan.
           Yudhistira berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyerahkan catatan tersebut kepada siapapun walaupun harus mati sekalipun; ajimat itu bernama Ajimat Kalimosodo yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang – orang yang hidup di akhir jaman , akan tetapi karena Pangeran  Yudhistira lebih mencintai Tuhanya daripada yang lain – lain, maka Tuhan welas asih memberi kan jalan kepada Yudhistira lewat Wali yang memberi ajimat pada Yudhistira supaya dengan membaca Jimat tersebut Yudhistira bisa mati sempurna.
           Berjalanlah beliau dengan memakai nama Dharma Kusuma , melaksanaan dharma mengelilingi bumi ribuan rahun tetapi belum bertemu dengan kematian yang sempurna.
           Pada suatu hari beliau ( Yudhistira ) ingin mandi di bulan Purnama di daerah bekas Amerta dulu pada sebuah sumber air tirta amerta , setelah dia datang kedaerah tersebut ternyata sumber tirta Amerta telah tiada dan diatas sumber tersebut telah berdiri sebuah bangunan tempat Ibadah agama baru yang asing bagi Yudhistira ( Kini Masjid Demak ).
           Yudhistira mencari keterangan pada penduduk setempat kemana sumber air itu, dijawab oleh penduduk bahwa sumber air Tirta Amerta  masih berada dibawah tempat Ibadah tersebut dan dialirkan ke aliran lain hanya untuk air pengobatan saja tidak boleh untuk mandi .
           Seharian Yudhistira berada di tempat penduduk sekitar tempat ibadah tersebut yang akhirnya mendapat keterangan bahwa tempat tersebut adalah Masjid  Demak yang dibangun oleh 9 Wali sakti dengan sponsornya Sultan Demak yaitu Sultan Akbar Al – Fatah ( Raden Patah ) yang masa mudanya bernama Pangeran Jimbun anak dari Raja Brawijaya V terakhir dengan Putri Dari cina bernama Dewi ratna juwita.yang mana sore harinya diadakan pengajian didepan Masjid tersebut yang juru da’wahnya Sunan Kudus ( syayid Ja’far Shodiq ) selaku Panglima Muda kerajaan Demak.
           Yudhistira ikut mendengarkan pengajian tersebut , karena ingin tahu agama baru tersebut seperti apa , ternyata dalam agama itu disebut – sebut Kalimasada atau Kalimat Shahadat  . Tertariklah hati Yudhistira ingin mengetahui lebih lanjut tentang Kalimasada .Pengajian selesai sudah senja dan diumumkan bahwa nanti malamnya ada pertunjukkan wayang kulit sebagai hiburan rakyat untuk pembukaan Masjid Demak.
           Saat senja sudah bubar, para wali dan orang – orang islam siap sembahyang Magrib , jadi Yudhistira tidak sempat menanyakan Kalimasada pada mereka , beliau hanya diam berdiri saja didepan Masjid melihat para Wali dan Orang – orang Islam melakukan Sholat Magrib bahkan hingga sholat Isya’ tiba.Selesai sholat Isya’ datanglah Sultan Demak dan para Pejabat – pejabatnya untuk melihat pertunjukkan wayang kulit sebagai Pembukaan masjid Demak, jadi terpaksa Yudhistira belum bisa bertanya kepada para wali .
           Berbodong- bodonglah Rakyat baik yang Hindu, Budha dan Islam dilapangan terbuka melihat pertunjukkan wayang kulit , begitu pula Yudhistira berada ditengah – tengah mereka melihat wayang kulit.. Yang menjadi dalang malam itu adalah kanjeng Sunan Kalijaga ( Raden Sahid ) semalam suntuk ! wayang berjalan dengan cerita besar Perang Bharata Yudha yang dimenangkan Pandawa dengan Yudhistira sebagai Kaisar menguasai bumi Hastina laya , tahulah ia bahwa kaisar tersebut adalah dirinya dan ia benar – benar ingin bertemu Sunan Kalijogo perihal Kalimosodo yang dibawanya . Selesai pertunjukkan wayang kulit , Sunan kalijogo harus bersholat dulu di Masjid dan Orang – orang Islam , sedangkan Yudhistira hanya meihat saja didepan Masjid dengan berdiam diri . Lewat mata batinya ; sunan kalijogo tahu siapa laki – laki yang berdiam diri didepan masjid tersebut.
           Selesai Sholat shubuh ditemuinya Laki  laki di depan Masjid itu dan ditanya  apa maksudnya, Yudhistira mengeluarkan ajimat dari Cuping kananya dan diserahkan pada sunan kalijogo untuk dibacakanya. Setelah melihat tulisan yang ada dalam ajimat tersebut lalu ditanyakan maksud Yudhistira dengan Jimat tersebut , dijawabnya ingin mati sempurna dan mengakulah beliau perihal dirinya yang sebenarnya.
           Seketika itu juga disuruhnya Pangeran yudhistira mandi oleh Sunan Kalijogo , selesai mandi. Lalu diajarinya bersuci ( berwudlu ) dan diajaknya kedepan pintu masjid Demak. Didepan Pintu Masjid diajarinya salam dari Surga yaitu ucapan Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh, yudhistira selalu menirukan yang dijarkan  oleh  Sunan  kalijogo ,  lalu dibawanya masuk masjid dan disuruh duduk lurus ( tidak bersila ) menghadap arah kiblat, lalu Sunan Kali Jogo memanggil ke 8 wali untuk menyaksikan Yudhistira membaca Ajimat Kalimosodo yang akan dibacakan oleh Sunan kalijogo, setelah berkumpul 9 wali dihadapan Yudhistira , lalu dibacakan Ajimat kalimosodo yang tulisanya ternyata bertuliskan Huruf arab dan Yudhistira menirukan juga Kalimat Shyahadat  , seketika itu wafatlah beliau dan tubuhnya ambruk tertunduk ke depan mencium tanah ( lantai masjid ) jadi wafat dalam keadaan sujud lurus, seketika itu juga Wali Songgo mengucapkan “ Allahu Akbar “ melihat kaisar Yudhistira wafat sempurna kemudian  Dimandikan , Dikafani dan di Sholati cara Agama Islam, lalu oleh Wali Songgo dikuburkan di belakang Masjid Demak ( sampai saat ini makam beliau terawatt rapi ).
           Inna lillahi wa ina illaihi roojiun, wafat sudah Kaisar Yudhistira dengan khusnul khotimah , seorang kaisar yang disegani dan dicintai rakyatnya , seorang yang berdharma untuk kesempurnaan hidup , seorang manusia yang cinta akan kebenaran dan cinta Tuhanya , sebuah pengorbanan yang begitu mahal namun mendapatkan sebuah Kenikmatan bertemu Tuhan robul izati , mudah – mudahan dengan suri tauladan ini generasi muda memahami betapa mahal pengorbanan seorang manusia untuk mendapatkan sebuah agama yang sempurna , tiada cacat dan cela , tiada agama yang lengkap dengan ajaran – ajaranya selain Agama Islam beruntunglah kita mendapatkan agama sejak kita lahir , padahal yudhistira ingin mendapatkan agama Islam beribu – ribu tahun sedangkan kita menelantarkan begitu saja agama yang mulya ini.Marilah kita kaji lebih dalam lagi, kita amalkan Islam secara kaffah jangan sampai kita dinina bobokan dengan ajaran Seneng Limo ( suka Main ( judi) , suka Madon ( zina ), suka Madat ( ganja, , narkotika, morfin, heroin ), suka Minum ( minum – minuman memabukkan ), suka Maling ( mencuri, korupsi ) padahal kita dulu dilarang Moh limo ( jangan senang / suka Lima perkara ) tersebut dan kita jangan bangga dengan kemaksiatan yang kita lakukan , wahai Generasi Muda maupun Generasi Tua !!! ingat kita semua adalah pemilik Ajimat yang Agung yang banyak diperebutkan oleh Orang – orang dimasa lampau yaitu “  Ajimat Kalimosodo “ , Saya bersaksi Tidak Ada Tuhan selain Allah dan tiada Nabi Akhir Jaman selain Nabi Muhammad Rosululloh “
           Lengkap sudah perjalanan seorang Yudhistira dalam kitab Ajimat kalimosodo ini dan apabila ada khilaf maupun salah dalam penulisan ini , Kami sebagai penulis yang merujuk pada tulisan tangan Ibu Endang  mohon  sekiranya  memberi  kritik  maupun  saran  melalui  nomor 085855943968 d/a Sanggar Kyai Djawan SamudroJl. Raya Bunut Wetan 980 Pakis – Malang 65154.




PENUTUP
           Syukur Alkhamdulillahi robbil alamin ,kami panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa membimbing hambanya dalam keadaan Iman Dan Islam ,serta sembah sungkem kami pada baginda Rasulullah ,Nabi yang selalu kami ta’ati dan menjadi suri tauladan yang tak mampu kami bisa menirunya.hanya dengan bimbingan beliau kami bisa menghadirkan sebuah tulisan sederhana ini lewat sebuah penafsiran sejarah bahwa Pemilik Jimat “ Kalimosodo “ hanyalah Rosulullah Muhammad SAW.
           Seperti yang kami tulis diatas, sahadat merupakan sebuah rukun islam yang pertama yang dalam bahasa jawa disebut Kalimosodo yang merupakan jembatan pertama menuju seorang muslim yang sejati dan dilanjutkan dengan melakukan Sholat ,pengabdian kepada Kholik ( Pencipta ) shahadat hanyalah awal dari sebuah jalan menuju jalan berikutnya ,sebuah pondasi bangunan yang akan menentukan tegak dan kokohnya bangunan yang bernama Islam.

           Islam Sejati adalah menerapkan 5 ( lima ) rukun Islam dan 6 ( enam ) rukun Iman