Senin, 21 Juli 2014

PANGIWO - PANENGEN JILID IV AKHIR 2014

PANGIWO – PANENGEN JILID  IV
Alhamdulillahi robbil alamin telah selesai penulisan Kitab Pangiwo Panengen jilid IV
Mudah – mudahan penulisan ini bisa membuka mata hati kita bahwa bangsa Penjajah khususnya Belanda telah menutupi Penulisan Perjalanan Sejarah Bangsa Besar yaitu INDONESIA RAYA yang merupakan sejarah perjuangan WALISONGO Dan Akar Sejarah MAJAPAHIT yang saling berkesinambungan dengan AGAMA ISLAM yang Mayoritas dianut oleh Bangsa INDONESIA, maka wajarlah bahwa sejarah harus kita ingat selamanya darimanakah kita ,siapakah Bangsa Indonesia sebenarnya.bahkan Presiden Pertama kita Ir. Soekarno dalam pidatonya yang terkenal dengan JASMERAH ( jangan sekali – kali meninggalkan sejarah )
    Penulisan Kitab Pangiwo Panengen ini terdiri dari V ( lima ) jilid yang mana telah selesai sebanyak IV ( empat ) jilid yang kesemuanya merujuk kepada Kitab Pangiwo Panengen yang ditulis Ki padmosusastro yang diterbitkan Th. 1902.dan boleh dibaca oleh kalayak umum serta Kitab Aqsosul Ambiya’ serta Punjer Wali Songgo dan Kantor Statitik Arrobithoh Al Alamiyah Al Maktab Addaimi (kantor pemelihara Sejarah dan Statistik Allawiyin) Jl. Nangka 3 – Komplek Antilope II Jatibening II – Bekasi 17412, yang dipimpin oleh Drs. Aburumi Zainal Lc. yang terkenal dengan nama Habib Zainal Abidin As Soqoof.
    Mudah – mudahan Penulisan Kitab – kitab sejarah ini ,bisa membuka wawasan kita bahwa Islam adalah agama yang mulia yang mana membutuhkan pengikut – pengikut yang mengerti dan memahami Agama Islam secara kaffah dan menjadikan Sejarah adalah Pengetahuan untuk belajar bahwa hidup ini adalah mata rantai untuk belajar dan memahami arti kebenaran dan garis keturunan sehingga akan tahu bagaimana mereka dilahirkan dan bagaimana Pengabdian yang sebenarnya untuk kehidupan ini.
    MAJAPAHIT ,WALI SONGO, ISLAM  adalah kesatuan sejarah yang tak dapat dipisah – pisahkan karena mereka berkesinambungan membentuk sebuah kesatuan Sebuah Negara besar INDONESIA yang mana harus kita pelajari dan berusaha melestarikan Peninggalan – peninggalan sejarah untuk mengetahui siapakah dan darimanakah punjer atau Akar sejarah kita berasal.
    ISLAM adalah agama final yang tak akan ada kebenaran selain Agama Islam, tinggal kita pemeluknya yang mengamalkan dan mempelajari dengan sungguh – sungguh , dan Generasi Muda harus menyakini bahwa WALI SONGO adalah betul betul CERITA SEJARAH bukan cerita sinetron dan bukan cerita karangan Sineas – sineas INDOSIAR yang banyak menanyangkan Cerita WALI SONGO namun dibumbui dengan cerita – cerita masa kini bercampur baur.
    Terakhir mudah – mudahan penulisan ini bisa bermanfaat untuk kami dan juga semua yang telah membantu hingga terbitnya Kitab Pangiwo – Panengen Jilid IV. Juga tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Ibu Endang Permata Asri yang telah bersusah payah mengumpulkan melalui catatan – catan tulisan tangan beliau hingga tersusun rapi menjadi Kitab Pangiwo – Panengen ini, Saran dan Kritik silahkan di alamatkan ke cahayapakis@gmail.com.cahaya2012@yahoo.co.id.cahaya2011@hotmail.com/www.kyaidjawansamudro.com



                                Wassalam



                            Kyai Djawan Samudro










Kerajaaan majapahit dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas hampir seluas Asia Tenggara dengan ibukotanya kutaraja mojokerto (kini kabupaten mojokerto) dengan rajanya Prabu Rajasa Sanggrama Wijaya Jayawisnu Wardhana (Raden Wijaya) tahun 1293m – 1309m beliau mempunyai permaisuri dengan beberapa selir.Beliau dengan permaisurinya Ragapadmi Tribuana Gayatri (putrinya Prabu Kertanegara raja Singhasari) mempunyai 2 orang putri yang terkenal cantik - cantik yaitu:
1.Putri Tribuwana Tungga dewi Jayawisnuwardhani(menjadi ratu majapahit menggatikan 
abangnya Prabu Jayanegara yang terbunuh di usia muda)
2.Putri Dyah Sri Rajadewi (menjadi adipati di Kediri)
Raden Wijaya dengan salah satu selirnya Dharapethak/Indraswari mempunyai anak laki - laki Prabu Jayanegara yang terbunuh oleh tabib/dokter pribadinya pada usia 25 tahun.Kemudian kerajaan majapahit di pegang oleh adiknya yakni Ratu Tribuana Tunggadewi Jayawisnuwardhani,mulai memegang negara umur 17 tahun (tahun 1328m – 1350m) yang menikah dengan perwira muda majapahit Pangeran Cakradara dan mempunyai anak laki - laki yakni: Prabu Hayam Wuruk (Brawijaya III tahun 1350m – 1389m).
Di bawah kekuasaan Prabu Hayamwuruk,majapahit maju pesat sejak majapahit Gajahmada bersumpah ,,Amukti Palapa,, yang beliau ucapkan pada masa iburaja Hayamwuruk berkuasa (tribuana tunggadewi) Prabu Hayamwuruk menikah dengan permaisuri putri Indidewi (berasal dari Tiongkok) mempunyai 1 orang anak yakni: 1.Putri Srigitarja yang menikah dengan seorang pendeta muda yakni Hyag Wekas ing Syoka/wisesya.
Ratu Srigitarja Jayawisnuwardhani memerintah kerajaan majapahit pada tahun 1389m – 1344m dimulai pada usia 15 tahun.Kemudian beliau wafat dan digantikan oleh suaminya sambil menunggu anaknya dewasa.Suaminya Ratu Srigitarja Hyag Wekas ing Syoka berkuasa tahun 1344m -1477m disebut Brawijaya IV.Ratu Srigitarja dengan Hyag Wekas ing Syoka/Brawijaya IV mempunyai 2 orang anak yaitu :
1.Putri Suhita/Kencana Ungu 1428m – 1447m
2.Pangeran Kertabhumi/Kertawijaya (1447m – 1450m) Brawijaya V
Setelah kedua orang tuanya meninggal,Putri Kencana Ungu memerintah pada usia 16 tahun bergelar Ratu Suhita(th 1428m – 1447m)yang terkenal jelita se-Asia yang hampir setiap hari bertapa dalam sumur di Keputrenya untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa karena beliau seorang gadis dan tiada kedua orangtua,bersamaan setelah mulai banyak pemberontakan dari wilayah yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mojopahit.Namun semuanya itu malah kalah tangguh dengan pasukan - pasukannya Majapahit yang masih kuat - kuat dan mempunyai pos - pos di ujung barat yakni Tumasik (Singapore),Pahang(malaysia) hingga ujung timur yakni Swarna Bumi Patani (kini Propinsi Thailand Selatan) Moro (Filipina Selatan) hingga pesisir P.Jawa sebelah selatan.
Pemberontakan yang paling hebat adalah pemberontakan dari sebelah timur P.Jawa yakni dari Kabupaten Blanbangan yang di pimpin oleh Bre Wirabumi (Raden Menak Jinggo/putra dari Bre Wira Kramawardhana)masih saudara sepupu dari Ratu Suhita/Kencana Ungu sendiri.Bre Wirabumi ingin menguasai seluruh Majapahit dengan jalan ingin menikahi Ratu Suhita sendiri akan tetapi Ratu Suhita tidak mau dan tak ingin menyerahkan tahtanya kepada siapapun.Akibatnya Bre Wirabumi/R.Menak Jinggo menyiapkan pasukan besar - besaran untuk menghancurkan majapahit dan mengambil alih tahta Ratu Suhita yang mana  Bre Wirabumi terkenal sakti mempunyai senjata dari tiongkok berupa gada besi kuning yang sekali angkat saja langsung berpuluh - puluh orang meninggal.
Hal tersebut sangat  merisaukan hati Ratu Suhita beserta seluruh pejabat - pejabatnya dan mencari cara bagaimana menghancurkan Bre Wirabumi sebelum berangkat keluar Blanbangan menuju Kutaraja Majapahit Ratu Suhita pada masa itu masih berumur 19 tahun setiap hari bertapa dalam sumur keputrenya memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa supaya ada wagsit/wahyu tentang siapa/bagaimana cara menghancurkan Bre Wirabumi.
Jadi masa itu di ujung P. Sumatra diam - diam telah berdiri kerajaan kecil dengan rajanya beragama islam yakni Kerajaan Samudra Pasai (kemudian menjadi Kesultanan Aceh) yang didirikan oleh Da’I (pendakwah islam) sambil berdagang dari Rusia Selatan yakni Ibnu Basurah.Walaupun kerajaan kecil sangat makmur dan aman dengan penduduknya sebanyak para pedagang - pedagang dari Arab(A), China(C), Eropa(E) Hindustan(H),dari singkatan huruf - huruf tersebut di jadikan satu menjadi ACEH.
Bersamaan masa itu kekhalifaan islam masih kuat masih di pimpin kesultanan turki dan perokonomian maju pesat hingga para pendakwah islam dengan leluasa menyebar di bumi sambil berdagang dan banyak yang mempunyai pos – pos pedagang sampai di P.Jawa dan lebih - lebih sampai di P.Madura,yang mana di P.Madura telah banyak pesantren - pesantren walaupun kecil - kecil.
Di daerah pengging (kini Jogjakarta/Yogyakarta) pada daerah Talun Ombo/Talun Amba/Paluamba di mana seorang pemuda bernama Sayyid Alwi Adzimat Khan merantau meninggalkan daerahnya menuju Kutarajasa Majapahit menuju rumah paman tertuanya yang menjadi patih sepuh/tua Kerajaan Majapahit yakni Patih Damarmanik Karena Alwi Adzimat Khan sangat ingin menjadi salah satu prajurit Majapahit sebab Alwi Adzimat Khan ingin berbakti pada negara dan merasa mempunyai bekal ilmu baik kanuragan kedigdayaan maupun ilmu kesatriyaan yang pernah di pelajarinya pada beberapa perguruan.
Tak lama tinggal pada Patih Damarmanik ,Alwi Adzimat Khan sangat berduka karena paman tertuanya tersebut meninggal dunia namun dia dititipkan pada adik ipar pamannya yang menggatikan menjadi patih kerajaan yakni Patih Logender.Beliau sangat sayang pada Sayyid Alwi karena semangat ingin berbakti pada negara,di perlakukannya sangat baik oleh Patih Logender.
Selama tinggal di Kutaraja Mojokerto,orang - orang Majapahit memanggilnya dengan panggilan Raden Damarwulan karena wajah dan fisiknya sangat rupawan berkulit bersih bagaikan bulan purnama.Yang mana Patih Logender mempunyai 2 orang anak laki - laki kembar yang umurnya sama dengan Raden Damarwulan yakni Raden Layangseta dan Raden Layangkumitir ,dan seorang anak wanita yang sudah remaja bernama Dewi Anjasmara 2 pemuda kembar Patih Logender tersebut sangat iri hati pada Raden Damarwulan,hingga 2 saudara kembar tersebut melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan nama baik Raden Damarwulan baik itu dengan cara fitnah dan sebagainya.Hingga terjadilah fitnah yang mana Raden Damarwulan harus mendekan di dalam penjara,semuanya itu di laluinya dengan sabar,Patih Logender semakin kasihan melihatnya.
Suatu hari Kerajaan Majapahit mengumumkan Sayembara /perlombaan setelah Ratu Suhita/Ratu Kencana Ungu mendapat wangsit/wahyu dari Yang Maha Kuasa tentang siapa yang bisa mengalahkan Bre Wirabumi dan menyelamatkan kerajaan.
Isi sayembara tersebut adalah siapapun yang mengalahkan Bre Wirabumi dan membawa kepalanya kehadapan Ratu Suhita,jika laki - laki akan di jadikan suaminya,jika perempuan akan di jadikan saudari terdekatnya dan di jamin hidupnya oleh istana Kutaraja.
Inilah jalan terbaik bagi Raden Damarwulan,Patih Logender menyuruh Raden Damarwulan untuk mengikuti sayembara tersebut. Siapa tahu bisa merubah nasibnya.Terjadilah perang besar yang disebut dengan perang undur - undur antara Kerajaan Majapahit dengan pasukan blanbangan yang di pimpin sendiri oleh Bre Wirabumi /Raden Menak Jinggo.Yang mana 2 istri selir Raden Menak Jinggo yaitu Putri Puyengan(dari Pasuruan) dan Putri Wahito (dari Probolinggo) berhasil mencuri senjata Gada besi kuning milik Bre Wirabumi dan di berikan kepada Raden Damarwulan.
Sejak senjata tersebut di pegang oleh Raden Damarwulan, maka Bre Wirabumi berhasil di kalahkan dan meninggal di atas lantai kayu, sebab bila jatuh ketanah beliau bisa hidup lagi karena mempunyai ajian Rawe Rontek. Lalu kepala beliau di potong dan di bawa oleh Raden Damarwulan beserta selir Raden Menak Jinggo tersebut sebagai saksinya kehadapan Ratu Suhita di istana Kutaraja Mojokerto.Setelah berada di istana,Ratu Suhita tahu bahwa wajah Raden Damarwulan terlihat dalam wangsit/wahyu yang datang padanya saat bertapa dulu dalam sumur keputrennya.
Akhirnya Raden Damarwulan/Sayyid Alwi Adzimat Khan menikah dengan Ratu Suhita/Ratu Kencana Ungu dan mempunyai 3 orang istri selir yaitu:
-      Dewi Anjasmara(putri Patih Logender)
-    Dewi Puyengan
-    Dewi Wahito
Kerajaan Majapahit kembali aman di pimpin Ratu Suhita dan suaminya Raden Damarwulan.
Pada masa itu kedatangan tamu dari tiongkok yakni utusan kaisar Eng Lok Kun membawa expedisi sangat besar yaitu Panglima Angkatan Laut Mukhammad Cheng Ho/Cheng He,setelah Cheng Ho kembali ke tiongkok dan setelah pensiun beliau datang secara pribadi dengan beberapa pengikutnya mendarat di pelabuhan tanjung emas – Semarang serta mendirikan sebuah masjid.Namun karena tidak terawat setelah M.Cheng Ho meninggal maka lama kelamaan masjid tersebut menjadi kuil yaitu kuil gedog batu – Semarang.
Sedangkan makam laksamana M.Cheng Ho ada di belakang kuil tersebut yang terawat rapi sampai kini,di lestarikan oleh penduduk setempat.
Raden Damarwulan dan Ratu Suhita mempunyai anak seorang laki- laki yakni sayyid Qudbuddin Alwi Adzimat Khan.
Dan RadenDamarwulan dengan putri Dewi Anjasmara mempunyai anak seorang laki- laki  bernama Sayyid Sattar Alwi Adzimat Khan dan dengan istrinya yang lain tidak berputra,makam Raden Damarwulan berada di atas gunung Kandangan (sungai kecil di pegunungan tengger) pada daerah Desa Nongkojajar – Kecamatan Purwodadi – Kabupaten Pasuruan.
Sedangkan Ratu Suhita makamnya berada di daerah pemakaman Troloyo – Trowulan – Mojokerto.Namun makam beliau brada di tengah - tengah pemakaman umum dan berada dalam sebuah bangunan kecil bersih, siang malam lampu yang terus bersinar dan berdampingan dengan pemakaman Dewi anjasmara.
Kalaupun buku - buku peninggalan Belanda menyatakan bahwa Kencana Ungu dengan Raden Damarwulan tidak mempunyai anak,kita tidak heran bahwa kaum penjajah (Belanda) tidak ingin adanya rasa persatuan bangsa pada bumi Nusantara,di khawatirkan oleh Belanda akan timbul pergerakan dari segala lapisan masyarakat baik ningrat,santri maupun masyarakat umum bersatu untuk menentang penjajahan.Selama 350 tahun kita tidak hanya di tipu melainkan di bodohkan dan di tidur lelapkan oleh penjajah Belanda sedangkan penjajah Belanda selama itu menguras hasil dibumi Nusantara dan sebagian barang - barang berharga milik kerajaan – kerajaan dulu banyak berpindah tempat.Arca emas Ken Dedes pun ada di museum Leiden – Netherland.Dan almarhum Presiden Soeharto yang berhasil mengambil kembali arca emas tersebut dan di ganti arca Ken Dedes dari perunggu,kini kini arca emas tersebut berada di museum negara Jakarta.
Apakah sejujurnya mereka (penulis - penulis belanda) menunjukan tulisan – tulisan  kuno sesuai dengan aslinya? Ataukah mungkin sudah di ubah di sana – sini? Kita tak harus percaya 100% kepada(penulis - penulis sejarah/belanda) karena penjajah menulis untuk kepentingan pemerintahan jajahan,kalau perlu semua yang di kusainya bisa diubahnya sesuai dengan yang di inginkan penjajah Belanda.
Pada saat baru saja Indonesia merdeka tahun 1945 hampir semua buku - buku pedoman sejarah masih buku - buku sejarah yang berhasil ditulis oleh ahli purbakala Belanda. Ratu mereka hanya menyatakan bahwa Suhita/Kencana Ungu menikah dengan Raden Damarwulan /Damar Sasongko tidak pernah di jelaskan. Sebenarnya Raden Damarwulan itu siapa?nama asli lahir itu siapa?daerah Palamba / Talun Amba itu di wilayah mana?datang dari keluarga ningrat / bukan atau mempunyai marga / tidak. Sengaja pemerintah belanda menutup asal - usul tersebut karena bila di ketahui nama marga seseorang, jelas bila di ketahui asal - usul orang tersebut bahkan leluhur asal orang tersebut yang akibatnya masyarakat umum hanya tahu Raden Damarwulan muncul secara tiba - tiba sebagai penyelamat negara Majapahit.
Namun dari pihak keraton banyak mempunyai buku - buku tentang Raden Damarwulan dan bahkan pihak internasional milik persatuan para habaib / habib di seluruh dunia bahkan museum di Turki mempunyai catatan hubungan khalifah - khalifah mulai mu’awiyah,khalifah Abbasiyah dan Sultan - sultan Turki dengan raja - raja maupun ratu - ratu yang silih berganti di P.Jawa.
Menurut catatan Rabithah Al Alawiyah Al Maktab Addaimi milik persatuan para habib Internasional baik keturunan Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi thalib maupun Sayyidina Hussein bin Ali bin Abi thalib yang mempunyai kantor pusat di madinah dan kantor cabang di Jakarta bahwa Pangeran Sayyid Qudbudin Alwi Adzimat Khan adalah Brawijaya Pamungkas / penutup dengan wilayah Majapahit kecil dan tunduk pada Krajaan Demak,bukan anak dari raja Kerthabumi / Kertawijaya / Brawijaya V tetapi anak dari ratunya Majapahit besar yakni Ratu Kencana Ungu dengan Raden Damarwulan / pemuda dari Talun Amba / Palamba di pengging/Ayodya-karta yang aslinya bernama Sayyid Alwi Adzimat Khan di tinggal wafat ibunya sejak lahir dan di bawa pindah - pindah tempat oleh Ayahandanya dan sejak Ayahandanya wafat di titipkan ke wali yang mempunyai perguruan/pesantren kecil di JawaTengah, setelah dewasa datang ke salah satu keluarga dari almarhum Ayahandanya yang menjadi patih sepuh di kerajaan Majapahit yakni Patih Damarmanik.
Seperti halnya Patih Damarmanik, nama aslinya siapa?sebagai keluarga dengan ayah Damarwulan sebagai keluarga sedarah / ipar?tak pernah ada penjelasan dari catatan manapun, yang jelas Damarwulan datang mengabdi pada patih sepuh Damarmanik yang masih keluarga. Kalau Damarwulan jelas asal usulnya pada catatan persatuan habib internasional karena anaknya:Pangeran Qudbudin Alwi memakai nama Adzimat Khan seperti dirinya yakni Alwi Adzimat Khan. Jadi bisa diketahui asal usul leluhurnya.
Dari hal tersebut bisa diketahui bahwa penulis – penulis Belanda tak semuanya mencatat sesuai dengan aslinya dilihat dulu mana yang mengungtungkan penjajah/tidak. Sangat mengkhawatirkan penjajah bila di catat sesuai aslinya yang kemungkinan akan menimbulkan rasa persatuan dalam diri seluruh lapisan masyarakat hingga timbulah rasa nasionalisme yang besar yang lebih menakutkan keberadaan pemerintah Belanda di bumi Indonesia.
Tugas generasi muda lebih menggali kembali dengan kritis apapun milik nenek moyang Indonesia supaya tak brpindah tempat ke negara lain dan apaun milik bumi Indonesia/ di tangan sendiri oleh sarjana - sarjana Indonesia tidak mengekor nama – nama sarjana dari negara lain.
Pada masa itu para pendakwah - pendakwah islam dan para wali(sebelum datagnya wali 9) telah lama memenuhi kota - kota besar dan pelabuhan – pelabuhan yang berada di bumi nusantara dengan jalan berdagang. Personil mereka dari timur tengah telah banyak menikahi penduduk setempat dan banyak mempunyai gudang –gudang perdagangan pada kota - kota besar di P.Jawa,lebih- lebih Kutaraja Majapahit.
Namun setelah Ratu Suhita dan Raden Damarwulan wafat, rakyat kurang berkenan bila yang menjadi raja adalah anak dari Ratu Suhita dan Raden Damarwulan yakni Pangeran Qudbudin Alwi A. Khan, sebab garis ayah bukan dari kerajaan Brawijaya, maka rakyat berkenan pada Pangeran Kertabumi (adik kandung Ratu Suhita) yang menjadi raja bergelar raja Kertawijaya/Brawijaya V
(thn 1447m – 1450m)
Sejak raja Brawijaya V menjadi raja, negara sudah ada dalam keadaan pecah belah, sudah banyak negara - negara taklukan yang melepaskan diri menjadi kerajaan kecil yang berdaulat. Di dalam istana pun sudah trjadi perpecahan - perpecahan.
Majapahit telah menjadi negara lemah yang kurang berdaulat,tak ada wibawanya,keamanan sudah jauh berkurang dan perekonomian merosot tajam. Tapi didalam kas negara dan kekayaan istana terdapat koin - koin emas,permata - permata dan kekayaan lainnya yang tak trnilai harganya peninggalan kejayaan kerajaan sewaktu di pegang oleh leluhur - leluhur raja Kertawijaya/Brawijaya V yang belum pernah tersentuh pihak umum.
Semuanya itu menyebabkan kecemburuan sosial bagi rakyat dan kerajaan -  kerajaan lain yang telah lama mengincarnya.
Datanglah utusan dari kerajaan Keling Kediri yang merupakan taklukan Majapahit supaya Brawijaya V menyerahkan tahta dan kekayaannya pada raja Keling Kediri yaitu Prabu Udara,kalau tidak Prabu Udara akan mengambil tahta dengan paksa.
Pada waktu itu persatuan para wali beserta para santri - santrinya menawarkan tenaga untuk bergabung dengan tentara Majapahit melawan Prabu Udara dengan pasukannya Ghirindrawardhana. Tetapi di tolak oleh brawijaya V dan cukup beliau sendiri bersama tentara - tentara Majapahit akan melawannya sendiri. Terjadilah perang perebutan tahta yang seru,akhirnya Brawijaya V dengan tentara Majapahit kalah total,Prabu Udara menjadi raja Majapahit (th 1450m – 1477m) dan tentara Girindra wardhana menduduki pos - pos penting di Kutaraja.
Prabu Brawijaya V beserta keluarganya dan para bangsawan yang ikut beliau serta tentara - tentara yang setia kepadanya lari mengungsi keseluruh P.Jawa,terkadang dengan memakai nama samaran supaya tidak di bunuh oleh mata- mata  Prabu Udara,termasuk Prabu Brawijaya V sendiri memakai nama samaran Raden Gugur di desa lereng Gunung Lawu Ngawi Jatim.
Prabu Brawijaya V semasa menjadi raja mempunyai istri selir yang di cintainya yakni Dewi Dwarawati yang berasal dari negri Chanpa / Kamboja beragama islam (merupakan bibi dr Sunan Ampel – Surabaya) namun tidak berputra, akhirnya Brawijaya V mengambil permaisuri dari funan (Tiongkok Selatan) diberi nama Dewi Ratnajuwita dan hamil.
Dalam keadaan hamil,beliau terfitnah oleh para selir – selir yang lain yang banyak sekali,akhirnya raja terbujuk fitnah dan di usirnya permaisuri yang sedang mengandung keluar dari istana. Dengan bekal kekayaan yang banyak dari suaminya (Brawijaya V), permaisuri berlayar di iringi armada yang setia padanya yang anggotanya terdiri dari murid - muridnya Sunan Ampel (R.Akhmad Rahmatullah/Bung Swie Hoo) Surabaya yang dipimpin oleh salah satu santri pedagang dari Tiongkok yaitu Sung Hing yang sakti. Kepergian prmaisuri bukan jalan yang aman baginya melainkan penuh bahaya sebab nyawa permaisuri dan putra mahkota dalam kandungan di incar oleh orang - orangnya Prabu Udara dan orang - orangnya para selir - selir Brawijaya V yang tidak menyukai permaisuri serta tak menyukai lahirnya putra mahkota.
Dalam situasi tidak aman rombongan armada permaisuri yang dikomando oleh Sung Hing mendarat di pelabuhan bengkalan – P. Madura untuk menghindari kapal - kapal musuh yang mengejar permaisuri. Di P. Madura Sung Hing mengajari orang - orang Madura membuat seni tali - temali/ tampar.
Dalam keadaan aman,armada permaisuri berlayar terus ke lautan utara Jawa. Dalam keadaan kurang aman Sung Hing mengajak mereka mendarat di pelabuhan kecil kota Jepara. Selama singgah di Jepara,Sung Hing mengajari orang - orang Jepara seni ukir mengukir.
Kemudian rombongan permaisuri berlayar terus sampai P. Sumatra, yang mana Sung Hing meminta perlindungan bagi permaisuri putra mahkota dalam kandungan kepada penguasa Sumatra Selatan yakni Adipati Pailin Bang (kelak orang - orang menyebutnya Palembang). Mereka diterima dan dilindungi oleh Adipati Pailin Bang beserta seluruh rakyat Sumatra Selatan.
Pailin Bang adalah bekas Jendral Kepala Keamanan Putri Ong Tien Hio (putri kaisar Hong Gie Tiongkok Selatan) sewaktu hamil pada masa berlayar mencari suaminya yakni Waliullah Sunan Gunung Jati Lie Guang Chang dan Lie Guan Hien.
Baik Pailin Bang,Lie Guan Chang,Lie Guan Hien mereka semuanya akhirnya menjadi murid - murid setia Sunan Gunung Jati.
Hanya Pailin Bang yang di angkat oleh Sunan Gunung Jati menjadi Adipati di Sumatra Selatan,sedangkan Lie Guan Chang dan Lie Guan Hien tetap setia menjaga putri Ong Tien Hio hingga wafatnya. Makam mereka berada di pemakaman Keraton Kesepuhan Cirebon – Jawa barat.
Setelah Pailin Bang wafat,Sung Hing menggatikan menjadi Adipati di Sumatra Selatan bergelar Adipati Arya Damar dan menikahi bekas permaisuri Raja Brawijaya V yakni Dewi Ratnajuwita. Yang mana putra mahkota Majapahit sudah berumur 2 tahun bernama Pangeran Jin Bun (kelak R. Patah) / Pangeran Hasan.
Sung Hing / Adipati Arya Damar dgn Dewi Ratnajuwita mempunyai anak laki - laki yang bernama Raden SungKinsan/Raden Husein yang kelak akan menjadi Adipati Terung/Lasem dan pada masa kerajaan Demak di puji oleh Raden Patah / Jin Bun berperang melawan Portugis yang ingin menguasai pelabuhan Sunda Kelapa, Raden Sung kinsan berjuang brsama Raden Fatahillah (pangeran Fadilah Khan dari Gujarat – India Belakang) yang menjadi menantu Sunan Gunung Jati – Cirebon, hingga portugis kalah dan meninggalkan Sunda Kelapa (kini Jakarta)selama - selamanya dan pindah bercokol di bumi timor - timor (timor leste).
Untunglah sewaktu tentara Girindrawardhana datang menyerbu istana Majapahit sang permaisuri dalam keadaan hamil sudah terusir dari istana dan sudah dalam keadaan berlayar di lautan,jadi hanya prabu Brawijaya V besrta selir - selir dan anak - anak mereka yang mengalami serangan oleh prabu Prabu Udara dengan tentara Girindrawardhana. Sebagian keluarga Prabu Brawijaya V banyak yang gugur dan yang selamat melarikan diri mengungsi termasuk Prabu Brawijaya V.
Selama Majapahit dicengkram Prabu Udara dengan tentaranya,keadaan rakyat semakin susah, keamanan porak poranda;siapa yang kuat yang pro Girindrawardhana itulah yang menang. Wilayah Majapahit tinggal seperempatnya saja,banyak rakyat yang lepas mendirikan negeri sendiri - sendiri.
Rakyat yang mayoritas hindu,budha dan animisme / dinamisme sangat tertindas oleh kesewenang - wenangan tentaranya Prabu Udara. Rezim Prabu Udara hanya mencari kekayaan saja.
Agama islam sangat minoritas tetapi mempunyai perekonomian yang kuat,para pedagang - pedagang dan para pangeran - pangeran Majapahit yang beragama islam terutama anak-anak pangeran Qudbudin Alwi A. Khan (anak satu - satunya Ratu Suhita/Kencana Ungu dgn Raden Damarwulan/Alwi A. Khan) yang mana pangeran Qudbudin Alwi A. Khan dengan beberapa isterinya mempunyai anak - anak sebanyak 105 orang,50 orang wanita 65 orang laki - laki.
Pangeran Qudbudin Alwi A. Khan sewaktu berdiri kerajaan Demak, beliau diamanahi memimpin wilayah bekas kutarajasa Majakerta (majapahit kecil) yang wilayahnya kembali kecil seperti semula sewaktu baru berdiri oleh Raden Wijaya dulu, yang mana Pangeran Qudbudin Alwi A. Khan setiap bulan membayar upeti pada kerajaan Demak dan Bergelar Brawijaya Pamungkas / orang pendatang terutama pedagang besar dari Tiongkok menyebutnya dengan Nyoo Laywa.
Anak - anak Qudbudin Alwi A. Khan mempunyai usaha jalur perdagangan internasional dan mempunyai gudang - gudang perdagangan pada pelabuhan – pelabuhan seluruh P.Jawa.
    Pada masa itulah para pendakwah – pendakwah islam dan para wali banyak menolong penderitaan rakyat, lama kelamaan membentuk organisasi social yang dinamakan organisasi social Walisongo yang mana Sembilan Waliullah tersebut bergantian memimpin organisasi setiap jangka waktu tertentu yang telah disepakati mereka bersama. Masing – masing mereka telah mendirikan perguruan pesantren – pesantren disamping mengajarkan ilmu – ilmu agama juga mengajarkan ilmu – ilmu beladiri kanuragan,kedigdayaan,ilmu tata negara dan kesatrian yang mengajarkan cinta tanah air,juga mengumpulkan infaq,shodaqoh dan jaryah dari mereka – mereka yang mampu di bagikan untuk mereka setiap bulan kepada rakyat Majapahit yang mayoritas sedang menderita berat terjajah oleh rezim Prabu Udara degan tentaranya Ghirindrawardhana.
    Seiring dengan berjalannya organisasi Walisongo yang sukses,seiring pula dengan semakin besarnya satu – satunya putra mahkota Majapahit di tanah rantau yaitu Pangeran Jin Bun/Hasan (kelak Raden Patah).
Sejak umur 10 thn Pangeran Jin Bun oleh ibunya (Dewi Ratnajuwita)dititipkan pada pesantrennya sunan Gunung Jati – Cirebon supaya mendapat pendidian agama islam hingga berumur 15 tahun. Setelah pesantrennya Waliullah Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shodiq) di kota Kudus – Jawa Tengah, supaya lebih mendalami agama islam dan mendapat ilmu kanuragan,kedigdyaan dan kesatriyaan. Sewaktu berumur 17 tahun Pangeran Jin Bun berguru pada pesantrennya sunan Ampel di Surabaya untuk lebih mendalami segala ilmu terutama ilmu tata negara dan liku – liku berjalannya politik dan kehidupan tata cara istana yang mana dulu sebelum di serang oleh Prabu Udara, keraton/istana Majapahit pernah mengambil (sunan Ampel) sebagai salah satu penasehat negara sewaktu bibi sunan Ampel Dewi Dwarawati menjadi selir 1/utama nya Prabu Brawijaya V dinikahkan dengan putrinya :Dewi Candrawati walaupun sunan Ampel telah mempunyai 2 orang istri yang dibawanya sewaktu belum datang ke P.Jawa yakni Putri Raja Champa / Kamboja dan Putri Raja dari salah satu kerajaan di Tiongkok Selatan. Pada akhirnya Pangeran Jin Bun di nikahkan dengan putrinya sunan Ampel yang tertua yaitu Dewi murtasyah kelak menjadi permaisuri kerajaa Demak.
    Sangat menderita,tidak nyaman dan terbelenggu kebebasan hak – hak diri rakyat di kuasai oleh penjajah,diam – diam dalam hati Pangeran Jin Bun ingin mengusir dan menghabiskan seluruh tentara Girindrawardhana dan Prabu Udara dari bumi Majapahit.
    Dianjurkan oleh Walisongo supaya pangeran Jin Bun mengabdi dulu pada Prabu Udara. Saran tersebut diikutinya yang akhirnya Pangeran Jin Bun diangkat oleh Prabu Udara menjadi Adipati di daerah Bintoro (kini demak).
    Dengan jabatan tersebut memudahkan Pangeran Jin Bun menggalang persatuan rakyat dan lama – lama seluruh lapisan masyarakat berbagai keyakinan bersama sisa – sisa tentaranya Prabu Brawijaya,seluruh keluarga kerajaan yang brada di perantauan besrta Walisongo dan santri – santrinya,mereka dikomandoi Pangeran Jin Bun berjuang bersama – sama berperang mengusir Prabu Udara dan tentaranya Girindrawardhana.
    Akibatnya tentara Girindrawardhana kalah total dan Prabu Udara yang sakti meninggal di tangang Sunan Kudus/Sayyid Ja’far Shodiq. Pihak Majapahit banyak yang gugur,di antaranya yang gugur terdapat Waliullah dari Tiongkok bernama Waliullah Tan Kim Han(syekh Abdul Qodir Assyinni). Dari provinsi FU Jian/Tiongkok Selatan yang merupakan leluhur garis lurus ke atas dari pendiri Nahdlatul Ulama yakni K.H.Hasyim Asya’ri, K.H.Wakhid Hasym dan anaknya K.H.Abdur rokhman wakhid Hasyim / Gusdur presiden Republik Indonesia ke 4. Makam Waliullah Tan Kim Han berada di pemakaman Troloyo – Trowulan – Mojokerto – Jawa Timur. Dan di antara pejuang – pejuang Majapahit yang masih hidup terdapat Waliullah dari Madinah yang menikahi putrinya Pangeran Qudbudin Alwi A. Khan/Brawijaya Pamungkas yakni Putri Dewi Kencananingrum,Waliullah tersebut adalah Sayyid Maulana Mukhammad Fadlullah Adzimat Khan – Al kubro (Syekh Maghribi – Jawa Tengah) yang berpindah dari Majapahit ke Jawa Tengah mendirikan perguruan pesantren di pinggir laut selatan tepatnya di Parangkusumo. Dari beliaulah menurunkan sultan – sultan Mataram islam, kasunan Surakarta/Solo,mangkunegaran,sultan – sultan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman. Makam beliau sekeluarga dan murid – meridnya brada di Parangkusumo dan terawat  rapi oleh keluarga kerajaan Ngayogyakarta maupun Surakarta sampai kini. Tidak heran kalau tanah yang berada pada pemakaman sultan – sultan Jawa di pemakaman Bukit Imogiri – Bantul – Jogyakarta adalah tanah yang diambil dari tanah mekkah Al Mukarromah dan dari Madinatul Munawarroh negeri asal Nabi Muhammad s.a.w. dan mengingatkan keluarga kerajaan sultan – sultan Jawa bahwa di antara leluhur sultan – sultan Jawa berasal dari Mekkah dan Madinah.
    Dengan kemenangan Pangeran Jin Bun,di panggilnya Raja Brawijaya V di Gunung Lawu / Ngawi – Jatim pleh mereka semua untuk menduduki tahta kembali. Setelah Raja Brawijaya V bertemu mereka semuanya,raja memutuskan untuk memberikan tahtanya kepada anak kandungnya yaitu Pangeran Jin Bun dan pamit pergi ke Gunung Lawu lagi untuk bertapa (lengser Prabon madeg pandita). Yang mana pada akhirnya Prabu Brawijaya V / Kertabumi berguru kepada Sunan Kalijogo dan berhasil molegya(mencapai kesempurnaan diri dan telah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya,istilah hakekatnya adalah mengetahui guru sejatinya sendiri). Beliau bergelar Kanjeng Sunan Lawu. Makam beliau berada di Alas Ketonggo – Ngawi – Jawa Timur.
    Setelah kepergian Prabu Brawijaya V ke Gunung Lawu, Pangeran Jin Bun menggatikan ayahnya menjadi raja,tetapi beliau teringat kata – kata Sunan Giri(Sayyid Ainul Yaqin A. Khan) sewaktu berhadapan dengan Pasukan Giridrawardhana dulu beliau selalu berucap ,,Sirna haling Kertaning Bumi’’ artinya takkan ada lagi kekuasaan yang berdiri di atas bumi Majapahit hingga akhir kerajaan dikarenakan perebutan kekusaan.Pangeran Jin Bun berunding dengan para Walisongo yang sepakat memindahkan pusat kerajaan menuju Bintoro/Demak. Yang mana seluruh barang – barang istana dan bangunan – bangunan yang penting – penting di istana di pindahan semua ke Bintoro/Demak. Mengenai simpanan harta benda yang melimpah ruah milik keraton Majapahit, oleh Walisongo bersepakat dengan Pangeran Jin Bun dan di depan mata para punggawa – punggawa/pejabat – pejabat, tentara – tentara Majapahit dan wakil – wakil rakyat Majapahit,……… harta karun Majapahit tersebut di titipkan pada raja – raja lelembut yang berada di seluruh pelosok P. Jawa, tiba – tiba tumpukan harta karun tersebut di depan mereka lenyap karena raja – raja lelembut datang mengambil titipan tersebut atas izin Walisongo dengan Pangeran Jin Bun.
    Adanya kesepekatan antara Walisongo bersamaan Pangeran Jin Bun dengan raja – raja lelembut di seluruh P. Jawa bahwa harta karun tersebut tidak boleh di berikan kepada sembarang generasi melainkan kelak diizinkan kelak buat rakyat Nusantara sewaktu di pimpin oleh Kepala Negara bergelar Satriya Pinandita Sinisihan Wahyu yang sangat amanat kepada rakyatnya,pada masa itulah hampir seluruh punggawa – punggawa/pejabat – pejabat Nusantara banyak yang jujur/amanat untuk rakyat di pegang teguh hingga kemakmuran bisa merata. Yang mana pada zaman tersebut rakyat umum bebas tidak membayar pajak, hanya usaha – usaha/pabrik – pabrik saja yang membayar pajak (wong cilik anemu kethok emas wong gedhe bakal gumuyu – karta jamanipun nuli negaranira rengka), begitulah istilah dalam salah satu petikan buku ,,Ramalan Jayabaya”.
    Setelah adanya peralihan kekuasaan dari kerajaan Majapahit ke kerajaan Demak, diresmikanlah berdirinya Kerajaan Isalam Demak dengan rajanya bergelar Sultan/Raja Hasan/Jin Bun. Hal tersebut ditandainya dengan diresmikannya Masjid Agung Demak pada tahun 1478 masehi. Yang mana setelah peresmian,malam harinya di adakan hiburan rakyat berupa pergelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi dalang adalah Wali Sunan Kalijogo(Raden Sayyid/Gansie Chang) dengan dihadiri seluruh rakyat berjejal – jejal di lapangan depan masjid Demak dengan cerita besar ,,Perang Bharatayudha Jayabinangun” yang dimenangkan Pandawa/Panengen atas Kurawa/Pangiwo. Setelah melaksanakan ibadah haji di mekkah Sultan Hasan/Jin Bun bergelar Sultan Akbar Al Fattah yang mana rakyat menyebutnya Raden Patah.
    Seluruh pusaka – pusaka  kerajaan Majapahit yang dianggap kurang penting dikuburkan semua pada salah satu makam di belakang masjid Demak, sedangkan yang penting dibawa sendiri oleh Raden Patah/Jin Bun.
    Menurut keterangan Walisongo kepada rakyat bahwa sejak kerajaan Demak berdiri adalah bukan masanya saling berebut pusaka – pusaka atau kesaktian – kesaktian melainkan setiap diri untuk merebut ajimat Kalimosodo. Maksudnya, bagi yang bukan islam adalah saling berlomba melaksanakan ibadah menyembah Tuhan Yang Maha Satu dengan cara keyakinan masing – masing yang tujuannya adalah tetap Tuhan Yana Maha Esa. Sedangkan bagi isalm adalah Kalimosodo (Kalimasada) yang berarti Kalimat Syahadat yang terucap sejak dalam alam roh terus masuk ke dalam gua garba atau perut ibu terus hidup di dunia hingga alam kelanggengan tetap mengucap syahdat.
    Reformasi sukses yang pernah terjadi di bumi yang dilaksanakan oleh Organisasi Walisongo karena di dasari ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ketulusan hati dalam pengabdian mengangkat taraf hidup pada rakyat jelata yang tadinya terpilah – pilah dalam kasta – kasta dan terpuruk karena gulung tikarnya sistim pemerintahan rezim Girindrawardhana, dengan adanya reformasi pelan – pelan tapi tulus walaupun bertahun – tahun namun akibatnya mengena di hati rakyat yang dengan sendirinya masyarakat merubah dirinya sendiri.
    Dengan kesadaran cinta tanah air mengikuti apa yang disarankan oleh pangeran Jin Bun/Raden Patah dengan Walisongo dalam merubah sistim kenegaraan. Jadi bukan reformasi yang hanya berjalan sebagai suatu gebrakan saja penuh hingar bingar tetapi kurang mengena di hati rakyat yang akibatnya hanya menimbulkan persaingan – persaingan antar pimpinan – pimpinan maupun persaingan – persaingan antar kelompok masyarakat.
    Adapun susunan organisasi sosial Walisongo terdiri dari 5 periode,yang mana pada periode pertama masih sebagai wadah para wali dan pendakwah – pendakwah islam berkumpul untuk menanggulangi permasalahan yang ada di Bumi Majapahit supaya orang – orang islam berguna bagi masyarakat dan negara namun belum terbentuk secara sistimatis. Yang mana periode pertama dipimpin oleh Waliullah Sayyid Maulana Malik Ibrahim Adzimat Khan yang meninggal pada th 1419m, terlahir di negeri Turki dan besar di Gujarat/India Belakang, berkenalana menyebarkan agama islam dan wafat di Gresik. Makam beliau berada di Gresik. Keturunan beliau yang ke-12 adalah K.H. Alehmad Dahlan (Mokhammad Darwis) yang mendirikan Organisasi Sosial Muhammadiyah (berdiri 1912m di Yogyakarta) yang mana kelak kami ungkapkan nama – nama leluhur KH. Ahmad Dahlan pada jilid V nanti, marga nama Adzimat Khan berasal dari garisnya Waliullah Abdullah A. Khan keturunan dari Sayyid Zainal Abidin r.a. putra dari Ali bin Abi Thalib, dari anak Fatimah r.a. binti Rasulullah s.a.w. dengan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ,yang mana makam Sayyid Hussein r.a. berada di Karbala – Irak karena terbunuh oleh algojonya Yazid bin Muawiyah As Sofyani yakni Shemir orang Irak.
-    Organisasi walisongo II terbentuk th 1421m dengan pemimpinnya Sunan Ampel.
-    Organisasi walisongo III terbentuk th 1463m dengan pemimpinnya Sunan Ampel.
-    Organisasi walisongo IV terbentuk th 1466m dengan pemimpinnya Sunan Ampel.
-    Organisasi walisongo V terbentuk th 1479m dengan pemimpinnya Sunan Giri.
Dalam organisasi walisongo terdapat nama – nama para wali yang termasuk generasi tua sebelum Majapahit di pegang oleh raja terakhir Brawijaya V (Prabu Kertabumi/Kertawijaya), mereka – mereka tersebut adalah :
1.    Syekh Maulana Iskhak Adzimat Khan, terlahir di Madinah/Hejaz(kini Saudi Arabia) dan makam beliau berada di Jl. Garuda – Dsn. Tambakberas – Ds. Tambakrejo – Kec. Jombang – Kab. Jombang – Jatim.
2.    Syekh Jumadi (Al Kubro) Adzimat Khan, terlahir di Azarbaijan (Asia Tengah) termasuk Rusia Selatan dan Wafat lalu dimakamkan di Troloyo – Trowulan – Mojokerto pada th 1465m. Gugur Shuhada membela kerajaan Majapahit melawan Pasukan Girindrawardhana yang di pimpin Prabu Udara dari Keling – Kediri.
3.    Maulana Malik Isro’il berasal dari Turki ahli strategi perang dan ketata negaraan, berdakwah di Jawa Tengah, wafat di Gunung Santri Cilegon – Jawa Barat th 1436m.
4.    Maulana Mukhammad Ali Akbar berasal dari Persia(Iran) ahli pengobatan dan Pertanian, berdakwah di Jawa Tengah, wafat di G. Santri – Cilegon – Jawa Barat th 1436m.
5.    Maulana Hassanudin dari Baitul Maqdis/Jerussalam, ahli menumbali/member tanah Jawa, ahli nujum dan kesaktian – kesaktian, wafat th 1462m di samping masjid Banten Lama, Banten Jawa Barat.
6.    Maulana Aliyuddin berasal dari Baitul Maqdis/Jerussalem dan berdakwah di Jawa Barat, wafat th 1462m di samping masjid Banten Lama, Banten – Jawa Barat.
7.    Sayyid Maulana Mukhammad Al Bakhir (Syekh Subakir) berasal dari Persia/Iran ahli supranatural menumbali/memberi Phatokantanah Jawa dan memindah kerajaan Lelembut (Jin, Bananul Jin, Peri Perahyangan, Syetan, dan sebangsanya). Selesai menumbali/memathoki seluruh P. Jawa, beliau pergi dari P. Jawa dan kembali ke Iran lagi. Alkisah Syekh Subakir bersal dari Iran, tetapi beliau berangkat berdakwah dari pelabuhan besar Istambul dibantu dan ditunjang dengan expedisi beberapa kapal – kapal laut besar yang disponsori pemerintahan Khalifah Islam Turki Sultan Mukhammad 1, yang personilnya terdiri dari cabang – cabang Romawi (bekas Romawi Timur/Bizantium dan bekas Romawi Barat – Italia) yang beragama Islam yang mayoritas mu’alaf (mantan orang – orang Nashrani yang berpindah agama ke islam) dengan setia mengikuti armada expedisinya Syekh Subakir di P. Jawa yang jumlah mereka ± 20.000 orang. Setelah di P.Jawa mereka mereka sebagian besar tinggal di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan mayoritas tidak kembali ke negri asalnya dan menikahi penduduk setempat menyatu sebagai penduduk P. Jawa. Sedikit yang mengikuti Syekh Subakir kembali ke Iran maupun Turki terjadi pada th 1462m.
8.    Sayyid Maulana Mukhammad Fadlullah Adzimat Khan(Al Maghribi – Al Kubro) berasal dari Madinah. Menikahi putrinya Brawijaya Pamungkas (Brawijaya kecil) Raden Qudbudin Alwi A. Khan dan berdakwah mendirikan perguruan Pesantren di Parang Kusumo – Jogjakarta Selatan, wafat th 1465m.
9.    Syekh Maulana Malik Ibrahim Adzimat Khan, berasal dari Turki, besar di Gujarat dan wafat di Gresik th 1419m.
Dan nama – nama para wali yang termasuk Generasi penerus/generasi muda yang lebih banyak bersyar/berdakwah, berjuang bersama – sama putra mahkota kerajaan Majapahit yakni Raden Patah dalam mengusir tentara Girindrawardhana dan Prabu Udara dari Majapahit dan mereformasi tatanan negara dari carut marut menjadi negara baru yang di setujui seluruh rakyat Majapahit yakni kerajaan Islam pertama di P. Jawa yakni Demak.
1.    Maulana Akhmad Rohmatullah (Sunan Ampel) terlahir di kota Nanking (Tiongkok Selatan) dengan nama Bong Swie Hoo dan besar di kerajaan  Champa (Kamboja/Indo china) menikahi putri kerajaan Champa, menikahi putri kerajaan Funan(Tiongkok Selatan),berdakwah keliling Asia Tenggara dan berakhir ke P. Jawa diminta oleh Prabu Brawijaya V sebagai penasehat negara dan dinikahkan dengan putrinya: Puri Dewi Chondrowati dan diizinkan mendirikan perguruan pesantren di Kembang Kuning – Ampel Dento – Surabaya juga menikah lagi dengan putrinya Adipati Tuban yakni Putri Dewi Gede Manila, makam beliau di Surabaya – Jatim.
2.    Sunan Bonang (Maulana Maqdum Ibrahim) terlahir di Bong Ang, anak dari Sunan Ampel dengan Putri Dewi Condrowati. Makam beliau di tuban Jatim.
3.    Sunan Drajad (Maulana Qosim) anak dari Sunan Ampel dengan Putri Funan/Tiongkok Selatan atau Nyai Rokhimmah, makamnya di Lamongan – Jatim.
4.    Sunan Giri (Maulana ‘Ainul Yaqin Adzimat Khan/Raden Paku Jaka Samudra) anak dari Syekh Maulana Iskhak A. Khan dengan Putri Dewi Sekardadu binti binti Menak Sembuyu (cucu dari Menak Jinggo/Raden Bre Wirabumi Adipati Blanbangan)Banyuwangi. Makam beliau di Gresik – Jatim.
5.    Sunan Kudus (Sayyid Ja’far Shodiq) bersal dari Baitul Maqdis/Jerussalem, ahli Strategi militer dan ketatanegaraan. Makamnya di Kudus – Jawa Tengah.
6.    Sunan Gunung Jati (Sayyid Syarif Hidayatullah Adzimat Khan) terlahir di Khairowwan/Cairo – Mesir, anak dari raja dinasti Fathimmiyah -  Mesir bernama Sultan Abdullah A. Khan dengan Putri Dewi Rara Santang (putri Prabu Siliwangi Terakhir) menikah di mekkah dan di boyong suaminya ke Mesir. Keturunan beliau menjadi sultan – sultan kesepuhan dan kasultanan Kanoman Cirebon maupun sultan – sultan kerajaan Islam Banten. Makam beliau berada di Gunung jati – Cirebon – Jawa Barat.
7.    Sunan Tembayat/Adipati Pandanarang merupakan murid dari Sunan Kalijaga dan berdakwah DI Jawa Tengah. Makam beliau berada di Boyolali – Jawa Tengah. Merupakan guru ke-2 dari Raden Joko Tingkir/Mas Kerebet(Sayyid Bait Ba’syaiban/Sayyid Umar Faqih Ba’syaiban).
8.    Sunan Kalijaga(Raden Syahid) atau terlahir di Gan Si Chang anak dari Tumenggung/Gubernur Tuban Yakni Raden Wilwatikto II yang aslinya bernama Gan Eng Cu salah seorang pelatih militer dari salah satu kerajaan di Tiongkok Selatan yang diminta oleh Prabu Brawijaya V untuk melatih pasukan Majapahit, lalu Gan Eng Cu diambil menantu oleh Tumenggung Wilwatikto 1 (Tuban), mempunyai 2 anak yakni Gan Si Chang/Raden Syahid/Sunan Kalijaga dan adik perempuan Dewi Rasawulan (Gan Kim Lan) yang dinikahi oleh Empu Supadrya (empu sakti/pembuat keris kerajaan Majapahit). Yang membuat keris Kyai Nagasasra dan pedang sakti Kyai Sabuk Inten (pedang sabuk), ke-2 senjata tersebut tetap sebagai senjata symbol kerajaan sampai kini. Sunan Kalijaga adalah murid dari Sunan Bonang dan berguru juga pada wali – wali tua yang masih hidup waktu itu yakni wali Gan Khe Liong dan Wali Thelingsing, yang mana 2 orang wali tersebut mempunyai kesaktian seperti Empu Bharada(hidup pada masa kerajaan Kahuripan – Erlangga) yang kemanapun bila bepergian jauh selalu terbang di udara,hampir juga seperti Bathara Grinjing Wesi/Wali Malik Abdul Hadid muridnyan Nabi Sulaiman a.s. dulu dari Baitul Maqdis/Jerussalem). Makam wali Gan Khe Liong dan wali The lingsing berada di salah satu pemakaman Islam Kudus – Jawa Tengah.
9.    Sunan Muria (Raden Umar Said) anak dari wali Sunan Kalijaga, berdakwah di Jawa Tengah dan makamnya di gunung Muria – Jawa Tengah.
Alhamdulillahirobil Alamin ,telah selesai penulisan KITAB PANGIWO PANENGEN JILID IV,mudah- mudahan Ibu Endang Permata asri diberi umur panjang sehingga dapat meneruskan perjuangan beliau menulis catatan- catatan sejarah tentang BANI DJAWAN yang merupakan mercusuar Peradaban sejarah terbentuknya BUMI INDONESIA,dan kami Kyai Djawan Samudro sekaligus Penulis, editing dari Nara sumber yang berupa Tulisan tangan beliau ( Ibu Endang Permata asri )
Hingga berbentuk Naskah Digital melalui Blog Kyai Djawan Samudro yang sudah terkenal hingga manca Negara karena kevalidan dan keakuratan sumber sejarah melalui catatan – catatan yang langka.
    Akhirnya kami, Ibu Endang Permata Asri / Kyai Djawan Samudro akan membuat sebuah Buku Tentang KITAB PANGIWO- PANENGEN Mulai Jilid I –V Yang tidak lama lagi akan beredar di Pasaran dengan Label “ Penerbit Tunggal KYAI DJAWAN SAMUDRO. Dan JILID V sebentar lagi akan kami hadirkan di Blog ini.
    Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami Kyai Djawan Samudro. Dengan Nomor HP.081554980751/ 081554980673 /03417393126 Nomor Rekening BRI Syariah 1007870918 an NURKHOZIN,Buku – Buku asli hanya melalui Alamat : JL. Raya Bunut Wetan 980 d/a Cahaya Computer Bunut – Pakis – Malang 65154 ,BUKU yang Asli ada Tanda Hologram Kyai Djawan Samudro dicetak dengan Cover Tebal dengan Foto Kyai Djawan Samudro.
    Mudah – mudahan Alloh meridhoi ikhtiyar kita agar tetap dalam satu Tekad , satu semangat membangun Bangsa Indonesia dalam tatanan yang benar.Semoga apa yang kami tulis bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin Ya robbal Alamin .


                                             Malang, 22 Juli 2014



                                Kyai djawan Samudro / Ibu Endang PA

Sumber – sumber di atas adalah :
1.    Ki Padmosusastro th 1898 pujangga Keraton dari  Ngayogyakarta Hadiningrat, kantor G.C.T. Van Dorp d Company – pemerintah Hindia Belanda pada percetakan – percetakan negara kota – Semarang th 1902.
2.    Kitab Aqshosul Anbiya’ oleh sahabat Nabi Mukhammad s.a.w. yakni As Sta’laby r.a. yang diterjemahkan ke dalam bahasa melayu oleh Waliullah Ashari Al Khalidi Rahmatullah.
3.    Punjer Walisongo pada Haul ke 568 ,15 mukharram 1425 H/22 februari 2004m oleh H.Mukhamad Khalil Nasiruddin.
4.    Kantor Statitik Arrobithoh Al Alamiyah Al Maktab Addaimi (kantor pemelihara Sejarah dan Statistik Allawiyin) Jl. Nangka 3 – Komplek Antilope II Jatibening II – Bekasi 17412, yang dipimpin oleh Drs. Aburumi Zainal Lc. yang terkenal dengan nama Habib Zainal Abidin As Soqoof.
5.    Catatan- catatan Kunjungan Ibu Endang Permata asri /Kyai Djawan Samudro diberbagai musium-musium Kraton Yokyakarta –Solo-Cirebon dll.
6.    Berbagai sumber yang mendukung keabsahan penulisan Kitab diatas.





KITAB PANGIWO – PANENGEN



JILID IV




Ditulis kembali oleh :
Kyai djawan samudro


Nara Sumber : Ibu Endang Permata Asri

Selasa, 24 Juni 2014

PEMIMPIN YANG KONSEKWEN ( TIDAK MENCLA - MENCLE )

Pemimpin yang Konsekwen
berbahagialah manusia yang berusaha menjadi Orang jujur,setiap kata adalah laku hidup
apa yang diucapkan sesuai dengan yang pernah diutarakan
sesuai dengan filsafah Orang Djawa
" ajine diri soko Lati "
"ajine rogo soko Busono "
bahkan dalam agama Islam disebutkan Pilihlah Pemimpin yang menjauhi sikap MUNAFIK !!
Karena Sifat Munafik adalah sifat Syetan......
yang ciri- cirinya sudah kita ketahui bersama - sama
ini saja yang dapat saya sampaikan
bilahi taufiq wal hidayah , ridho wal inayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Al - Fakir Kyai Djawan Samudro

Minggu, 13 Oktober 2013

Kyai Djawan Samudro: SESUATU YANG BERMANFAAT BUAT PEMBACA

Kyai Djawan Samudro: SESUATU YANG BERMANFAAT BUAT PEMBACA

TATANAN DUNIA BARU

Assalamu'alaikum Wr Wb
            Seiring berkembangnya jaman, kemajuan tehnologi merambah kepada sendi - sendi keagamaan, Tuhan digugat, Nabi dipertanyakan ,Firman Tuhan diuji dengan segala tingkah polah dan dansa - dansi kata- kata dan tarian geliat tehnologi masa kini, Kelompok - kelompok bermunculan menanamkan pemahaman yang keluar dari konteks agama Samawi, ajaran- ajaran nyleneh mewabah bagaikan cendawan di musim hujan,menghambur tak tentu arah merayu jiwa yang terlena oleh kebodohan karena minimnya keimanan.
           Generasi muda mulai terombang- ambing oleh pemikiran- pemikiran yang menyalahi kaidah - kaidah kebaikan,kelompok - kelompok syetan bersatu padu membentuk Pemerintahan kesesatan, NARKOBA, SEX BEBAS jadi Modal untuk mendanai kelompok - kelompok sesat. berbagai macam cara dan usaha ,tak memandang apa itu menyalahi kaidah agama maupun Norma - norma susila.
            Mereka memaksakan diri membuat tatanan baru dengan isu HAM, KEBEBASAN TAK TERBATAS,Nafsu tak terkendali, HOMOSEX , lesbian, gay,....FREE SEX, ALKOHOL,merajalela seantero dunia,sebagai bentuk penghambaan kepada sang Pemimpin Tatanan Dunia baru.
sudah waktunya Umat Islam kembali kepada Al- Qur'an Hadist dan Pemahaman Salafus Sholeh,
yang mengedepankan Persatuan Umat dalam Konteks Keagamaan Rohmatan Lil Alamin.
            Sudah saatnya membangun - pilar- pilar Pemerintahan KEADILAN Yang akan menuju Kepada Pembentukan PEMIMPIN MASA DEPAN,Yang sebentar lagi Muncul dengan Bendera - bendera Hitam " Al Uqobah ,yang menanamkan Keadilan tanpa memandang Kepicikan dan Pemaksaan Keyakinan , namun tetap seiring sejalan dengan Akidah Yang Benar.
Mari bersatu membimbing Generasi - generasi muda untuk mencintai Uswatun Hasanah Junjungan Sejarah sepanjang jaman, yaitu MUHAMMAD SAW, Yang memberikan dua Senjata Ampuh, Yaitu Al- Qur'an - Hadist.KLIKhttp://adf.ly/XTAGJ
            Akhirnya saya ucapkan Selamat Berjuang membentengi Adik- adik kita dari pemahaman - pemahaman yang keluar dari Konteks yang benar, semoga Alloh SWT, meridloi usaha kita semua
Amin Ya robbal Alamin.

SESUATU YANG BERMANFAAT BUAT PEMBACA

SILAHKAN KLIK DISINI http://adf.ly/XRier
MENJAWAB FITNAHAN FFIhttp://adf.ly/XTAXz 

DOWNLOAD PANGIWO - PANENGEN JILID 1

KITAB 1 Klik disini http://adf.ly/XRckG

Sabtu, 12 Oktober 2013

PERJALANAN HIDUP

         Sebuah rencana Alloh SWT ,yang selalu saja kita tidak mengerti,kapan kita berhasil, kapan kita kaya,kapan kita meninggal dunia . Apapun rencana kita terkadang tidak sesuai dengan angan- angan dan daftar rencana kita yang telah kita susun.
         Berbahagialah Orang yang mempunyai perasaan Syukur (abdan Syakura ) yang menyiasati hidup dengan apa adanya, tanpa harus berangan- angan lebih,namun tetap Ikhtiyar dan Do'a.
Kehidupan Bahtera Rumah Tangga ,yang menghiasi kita...terkadang tanpa sebab yang pasti....Tiba- tiba Oleng tanpa kendali.
         Bangunan Cinta yang kita bentuk dengan Kokoh tiba- tiba rapuh terkena badai dasyat tanpa mampu kita menghadapi ,bahkan badai itu menghantam begitu keras ! dan kita tak mampu menahanya.
Cita- cita, angan- angan yang telah kita susun, musnah tak berbekas.
         Jodoh, Hidup, Rejeki, Mati ,tak tahu kapan datang, tak tahu kapan menjemput ! namun kita telah mempunyai Masa depan gemilang dan Pasti ,tak akan ragu- ragu HIDUP KEKAL selamanya. yaitu LADANG AKHERAT.
Dengan berbuat baik,kepada sesama manusia dan dengan Pencipta Hidup,"Hablu Minalloh, hablu minan nas ",semoga apa yang kita kerjakan mendapat Ridho dari- Nya...
       Mari Hiasi Hidup Ini dengan Ibadah yang benar ,mengabdi pada Alloh SWT, tanpa menduakanya, serta mencontoh AHKLAKUL KARIMAH Junjungan Hidup kita, Nabiulloh Muhammad SAW, yang kita harapkan syafaatnya Ila yaumil Qiyamah.serta Pemahaman Sahabat beliau Khulafaur Rosidin.dan Shalafus Sholeh yang merupakan generasi kedua Islam, yang tidak diragukan lagi Pengabdianya pada Dinul Islam.
       Akhirnya hanya ini yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya,mudah- mudahan kita semua menemui akhir yang Khusnul Khotimah, amin ya robbal alamin. http://adf.ly/XT9xo

Selasa, 16 April 2013

MARI BELAJAR MELIHAT KEBENARAN

               Ketika Ashobiyah ( sifat megagungkan Kelompok ) menjalari diri kita, kita terkungkung dengan penutupan diri terhadap kebenaran yang mungkin datang dari kelompok lain,....mari kita belajar bersama - sama apakah sudah benar sikap kita terhadap saudara sendiri yang seakidah,seagama yang hanya berbeda dalam sudut pemahaman sikap serta menjalankan ritual keagamaan.
             Apakah sejarah akan terulang lagi seperti masa Ali ra. dan cucu -cucu Rosulululloh SAW,Hasan - Husein yang begitu kelam dalam sejarah Islam,marilah kita kembali menjadi Abu Bakar, Umar, Usman, Ali.Kita semua hanya mencontoh Khulafaur Rosidin ,dan Uswatun Hasanah ,Junjungan kita, Muhammad Ibnu Abdillah, serta para shalafus Sholeh, generasi ketiga setelah Khulafaur Rosidin,mengapa kita selalu kalah dengan Orang - orang kafir yang mengadu domba, sehingga kita berbunuhan sesama Muslim, dan yang menang siapa lagi kalau bukan Dazzal ( AS dan Yahudi ).
             Saudaraku Muslim semuanya , sudah banyak bukti nyata yang kita lihat bersama - sama, bagaimana Politik Orang - orang Kafir memporak - porandakan Negara Islam dengan Adu Domba sesama muslim, dan Kafirun tertawa terbahak - bahak melihat kita saling menikam, berbunuh - bunuhan , saling menghujat saling menghalalkan darah sesama muslim.
             Mari kita Intropeksi diri, mengapa kita selalu Bodoh, selalu saja gampang diadu domba oleh kafirun ,sehingga Nyawa sesama saudara Muslim  tak berharga sama sekali.Saling membantai dan memakan bangkai sesama saudara muslim.
            Sudah benarkah kita bersikap dan bertindak ? sesuaikah dengan Tuntunan Junjungan Kita , Muhammad SAW ?....apakah kita hanya memperturutkan Hawa Nafsu Syetan, atau hanya ikut - ikutan Guru - guru kita ?..................................................................yang mungkin salah..........

          Al - Fakir


Kyai Djawan Samudro

Minggu, 17 Februari 2013

SEBUAH SERUAN INDAH KAUM MUSLIMIN



KAMI KOMUNITAS ISLAM BERSATU MUALLAF BERSERU:::

In The name of Allah the Most Beneficent the Most Merciful

Assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakattu.

Perkenalkan, Kami ini Muslim.

Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah “selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.

Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami.

Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami.

Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.
Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki.

Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir.

Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam.

Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka.

Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya?

‘Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk.

Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang.

Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur’an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan.

Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman.

Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata.

Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya.

Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.

Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air.

Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang.

Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar cacian,fitnahan yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur’an telah terjual dalam lima bulan saja.

Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh.

Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka.

Kalian bisa membumi-hanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Faktanya, ratusan manusia-manusia pintar dan berakal mengucapkan dua kalimat syahadat ditiap harinya, iya tiap harinya. Ribuan dalam setahun. Janganlah mengelak dari fakta dan realita yang ada.

Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung.

Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami.

Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan.

Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.

Suatu saat nanti, kami akan menjadi dominan di dunia dan menjaga semua makhluk Allah. Jika agama non-muslim di dunia tetap ada dan menjadi minoritas, anda tak perlu khawatir. Kami akan selalu menjaga kaum yang minoritas, karena itu adalah ajaran kami.

Walau kami selalu difitnah dan dimusuhi oleh orang-orang pengacau di dunia ini, namun sejak dulu kami selalu mencintai ketentraman dan kedamaian baik itu di dunia maupun di akhirat.

“Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.” (Qur’an Surah Ath-Thaariq 86 : 15-17)

Kami adalah Muslim. Kami akan menang.


Ibra Mohammed

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sabtu, 02 Februari 2013

SEBUAH JAWABAN UNTUK +628986364656

      Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat , Hidayah, maunah ,kepada hamba yang bodoh ini, al fakir kyai djawan samudro.tak lupa salam takdim kami kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, yang kita harapkan syafaatnya ila yaumil qiyamah, para keluarga serta anak keturunanya , Shahabat khulafaur rosidin sebagai pemula pemeluk dinul islam,yang begitu mahabbah pada junjungan mereka Muhammad sang Idola.tak lupa para tabi'in, tabi'in yang telah bersusah payah menghimpun pemahaman tentang Islam secara benar dan kaffah.
     di dalam Islam dalam melakukan ritual keagamaan didasarkan pada keyakinan yang murni " Al - Qur'an dan Hadist serta contoh khulafaur yang dijamin masuk surga, maka sangat tidak etis menghubungkan pemahaman Islam dengan nalar yang dangkal serta memfonis seseorang dengan sebuah tindakan yang tidak Islami.saya merupakan penulis Blog Kyai Djawan samudro merasa terhina dengan beberapa SMS yang masuk dikatakan bahwa saya Orang Kejawen yang keluar dari Konteks Islam yang murni.
    Saya perlu menegaskan sekali lagi bahwa saya berkeyakinan Islam adalah satu - satunya Agama ( Pegangan ) hidup saya ,secara Ainul Yaqin ,seyakin yakinnya.dan saya Percaya Alloh SWT adalah Illah yang tidak diragukan lagi keberadaanya,Muhammad SAW adalah panutan yang tidak usah diperdebatkan,Akhlaknya, segala tindak - tanduknya, semua apa yang ada pada diri Rosululloh saya mengimani,Sahabat Abu Bakar , Umar, Usman, Ali adalah Manusia sempurna yang dijamin masuk surga dan mudah - mudahan Alloh SWT selalu memberikan kemulyaan pada mereka.
    dalam Tulisan " Jamus Kalimosodo " intinya adalah pemahaman tentang Syahadat yang harus diimani sampai ajal menjemput, jangan menyalah artikan dengan pemahaman - pemahaman yang dangkal dan picik, apa dibalik cerita " Jamus Kalimosodo " adakah hubungannya dengan sejarah ?
    Literatur Tulisan saya ,silahkan anda buka " Kitab Bekti jamal Adamakno" serta Kitab - Kitab  Pakem - pakem pedalangan  di Indonesia, mengapa Puntodewo tidak bisa mati, dan Gunung- gunung di Pulau djawa bahkan ada yang memakai Nama - nama tokoh Pewayangan.ada Gunung HARDJUNO, gunung siyem ,GONDOMAYIT,Gunung Srandil ( Tempat makam Semar ).dll. jangan memfonis seseorang tanpa dilakukan penelitian yang mendalam tentang sebuah Tulisan
     Sebuah bukti sejarah harus dilakukan penelitian yang sangat mendalam bahkan memakan waktu bertahun - tahun ,jadi mengapa Tidak ada dalam sebuah Hadist dan Al Qur'an bahwa " Aji Soko " Murid nabi Sulaiman as, berarti nabi Sulaiman as Hindu dong ?......ini pertanyaan apa?!.....
     Penulisan JAMUS KALIMOSODO banyak fersi dan untuk lebih suudzon ( Baik sangka ) alangkah baiknya tidak mempermasalahkan sesuatu kebenaran bahkan KALIMAT SYAHADAT kita harus yakin seyakin- yakinnya ,bahwa inilah pokok dari ajaran JAMUS KALIMOSODO." Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Alloh SWT dan Muhammad SAW adalah rosul Alloh."
    jangan memandang sesuatu dengan nafsu amarah dan antara senang dan tidak senang karena kebenaran sejati hanya Alloh SWT,kalau tulisan saya bertentangan dengan SYAREAT ISLAM, tinggalkan !!, saya tidak menganjurkan ajaran yang bertentangan dengan Al - Qur'an dan Hadist serta Shalafus Sholeh.
    Segala sesuatu yang bodoh, jelek, syirik, mungkar semata - mata datang dari syetan dan kebenaran hanya milik Alloh SWT. Tulisan hanya sebuah pengajaran menjalani kehidupan , namun yang terpenting esensi dan inti dari Tulisan itu sendiri. jangan memakan sesuatu yang tidak kau pahami, karena mungkin kamu akan muntah dan mabuk !!.......Hidup untuk ihtiar untuk lebih baik, karena di dunia ini tidak ada Orang Pintar ,hanya Lebih Tahu terlebih dulu......karena Tolabul Ilmi.



Wassalamu'alaikum Wr. Wb




Yang bodoh ini

Kyai Djawan Samudro

Jumat, 25 Januari 2013

AGEMAN

      Sungguh sangat lucu ada seorang yang seakan - akan begitu mengerti bahasa Djawa namun kenyataannya Nol dan sungguh salah dalam mengartikan Ageman ( Pegangan ) yang diartikan Baju....darimana mendapatkan kata baju padahal yang dibahas adalah Ageman ( Agama ).sedang kalau dalam Bahasa Djawa Baju hanya Rasukan ( Pakaian )
      Di dunia maya akhir- akhir ini  Orang - orang kristen belajar tentang Islam melalui Internet yang notabene menghadirkan segala sesuatu secara Instan tanpa mengerti asbabulnuzul, kaidah penulisan, pembacaan sebuah Firman Alloh SWT.Sebuah Study Islam tidak dapat dilakukan sekejap mata , hanya seperti sulapan"bim salabim " maka yang mereka dapatkanhanya sebuah Metode yang jauh dari kebenaran.
       Orang - orang yang hanya memperturutkan nafsu amarah dan nafsu hewani sehingga yang ada hanya penghujatan , penghinaan yang sangat memekakkan telingga.Sungguh beruntunglah orang - orang yang berakal yang menemukan agama yang rasional.http://adf.ly/XT8Mg
........

Selasa, 22 Januari 2013

CERITA SEORANG MUALAF

        Hidayah , Maunah, Inayah selalu datang pada Orang - orang yang dipilih oleh Alloh SWT dengan berbagai macam jalan ,yang kesemuanya ini merupakan rahasia yang sulit diterima nalar manusia.
Ambil satu Contoh Antonius Widuri, seorang penganut Kristen yang telah menemukan kebenaran yang sejati, tanpa ada unsur paksaan didalamnya.

SURAT PENGAKUAN


Kami pembuat surat pengakuan ini,
Bernama: Antonius Widuri
Kelahiran: Yogja
Umur : 30 tahun (1970)
Agama: Kristen
Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat:
"Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah " (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh)
Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, disamping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam.
Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.
 
Yang meng-Islam-kan
Sumenep, tgl 18 Maret 1970
Kami yang membuat pengakuan

 
( Kyai Bahaudin Mudhary )
( Antonius Muslim Widuri )
Saksi:
  1. A. Marzuki
  2. Muh. Nawir Rasyidi
  3. Abd. Latif
  4. M. Ahya
  5. Muh. Hatta
  6. M. Markan
  7. R.H. Abd. Azis
  8. A. Zainuddin.

    sekitar tahun 1970 selama 9 malam berturut - turut berdebat dengan Kyai Bahaudin Mudhary kemudian ia menemukan Keimanan sehingga memeluk agama Islam. 
       Yusuf Islam seorang penyanyi legendaris Inggris, Prof Dr. Muhammad Yahya yang menemukan Islam dengan perbandingan Al - Kitab ( bibel ) dan Al - Qur'an ,Ls. Mokoginta, banyak contoh - contoh yang begitu indah perjalanan mereka menemukan Illah yang sebenarnya yaitu Alloh SWT dan dinul Islam.
      Namun ketika kita mendapati Orang - orang yang berbondong - bondong masuk islam namun tak sedikit mereka - mereka ini ( Pemeluk Kristen ) yang menghujat agama Islam dengan Pelecehan - pelecehan yang begitu menyakitkan telingga.
      Tokoh - tokoh Dunia seperti Salman Rusdie, Ali Zina , Dr Chambel dll. mereka begitu gigih memojokkan Umat Islam dengan dalil - dalil serampangan tanpa memperhatikan kaidah keilmuannya.Sedangkan Umat Islam sendiri dalam menyimpulkan suatu masalah selalu saja diikuti dengan Musawaroh yang begitu lama, apalagi Pemeluk Agama lain yang notabene tidak faham dengan begitu berani menafsirkan ayat seenak udelnya.
      bahkan Alloh SWT telah mesiyalir bahwa " orang - orang kafir itu sama saja antara diberi Peringatan maupun tidak !, karena hati mereka telah terkunci mati, tidak dapat menerima kebenaran. Semoga dengan adanya muallaf -muallaf itu , Islam akan semakin terhormat dengan para pengikut yang begitu setia dan mencintai sampai titik darah penghabisan.
    Semoga dengan maraknya Umat Kristen masuk kedalam Agama Islam, Indonesia akan menjadi Negara yang aman , tentram damai berkat lindungan Alloh SWT.


Amin..amin ya robbal aalaamin

Sabtu, 05 Januari 2013

TANDA - TANDA KEMATIAN

TANDA-TANDA KEMATIAN INI MARILAH KITA PAHAMI BERSAMA - SAMA

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah dihati,
namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini
hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliaumenyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali
bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.

SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita me menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada....Aamiin..... >>> TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah dihati,
namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini
hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliaumenyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali
bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.

SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita me menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada....Aamiin.....
— bersama Leo Kurniawan, Ryan Teyo Masru, Alfi Nya Love, Zacrie Zakaria, Kang Sohel, Nurkhozin Sholikhan dan Kambek Sii Kambek.