Senin, 24 Agustus 2015

SAYYID ALI MURTADLO ADDIMAT KHAN / ALKUBRO


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Puja – puji semoga masih terucap dari mulut yang banyak dosa dan khilaf ini, kehadirat Alloh SWT serta sholawat dan salam senantiasa mengiringi idola kami sepanjang masa ,sang Nabi Akhir Zaman yang selalu kita harapkan syafatnya ila yaumil Qiyamah…..siapa lagi kalau bukan Muhammad sang Nabi yang penuh suri tauladan…dihujat tak pernah melaknat… dicaci tak pernah dimasukkan hati… tampil dengan penuh Istiqomah meraih cahaya gemilang kejayaan Islam sepanjang Zaman.
            Cerita Bidadari layaknya sebuah cerita yang tidak masuk diakal manusia di zaman modern ini, kisah yang sangat kuno seperti cerita- cerita klasik yang dibumbui bid’ah – bid’ah sesat dan menyesatkan ??.....
            Namun apakah benar Bidadari itu ada ?
Apakah benar Bidadari pernah turun kedunia ?
Sebagai seorang Ahli Sejarah bukan melihat dari mata bukan hanya mendengar dari telingga namun bukti tentang keberadaanya…Fakta lah yang berbicara….
            Bidadari memang ada , namun hanya manusia pilihan Tuhan yang mendapatkan,bukan kebutuhan sexual yang ditonjolkan namun keberadaanya dibuktikan dengan Fakta serta peninggalanya….
            Akhirnya hanya ini yang dapat kami sampaikan, sesuai dengan keterbatasan manusia yang hanya bisa  berharap namun kebenaran hanya semata – mata milik Alloh semata ,sejarah telah membuktikan bahwa Manusia yang menjadi Pilihan Tuhan bukan dilihat dari Ujud Jasmani semata namun ujud kerohanian lah yang paling utama” Dearajat manusia disisi TuhanNya bukan karena harta, martabat, keturunan namun hanya Taqwa kepada TuhanNya
            Bilahi Taufiq wal Hidayah Ridho Wal Inayah wassalamualaikum Warahmatullohi Wa barakatuh.



                                                                                                Taman Wendit, 14 Februari  2015


                                                                                                Al- Fakir Kyai Djawan Samudro



Raden jaka tarub dan Bidadari
( Sayyid Ali Murtadlo Addimat Khan / Al Kubro )
                Bermula dari perkawinan antara manusia dan bidadari , apabila dilihat dari pemikiran orang – orang  modern sekarang ini adalah sesuatu yang tak masuk akal dan mungkin hanyalah khayalan belaka akan tetapi Kitab suci Al – Qur’an menyebutkan bahwa makhluk Bidadari ada dan jelas – jelas tertera pada ayat – ayat tertentu pada surat Ar Rahman yakni Ar Rahman ayat 56, 58 , 70, 72, 74 dan 76
Juga terdapat pada surat Al waqiah.
                Awan hitam bergelantung di langgit Majapahit , kesengsaraan, penindasan melanda Rakyat Bumi Majapahit ,Penjajah Giri wardhana ( dari Keling Kediri ) Pimpinan Prabu Udara.
Keraton pusat , Istana – istana dan gedung – gedung Negara diduduki dan dikuasai musuh , mengakibatkan  hamper seluruh keluarga kerajaan beserta pegawai nya lari mengungsi ke segala penjuru tanah Jawa , yang mana Raja Majapahit Brawijaya V ( Raja Kertabumi / Kertawijaya ) kalah perang dan lari beserta seluruh keluarganya mengungsi ke Gunung Lawu ), maka sejak saat itu beliau terkenal dengan Raden Gugur. Diantara salah satu cucu raden Gugur ( Brawijaya V ) yakni Raden Jaka Tarub anak dari dewi Chandra Wulan ( Putri Raja Brawijaya V ) yang menikah dengan waliullah Sayyid Ibrahim addimat Khan ( dari Kota Samarkand di Usbeskistan / Asia Tengah )sehingga beliau terkenal dengan sebutan Ibrahim Assamarkandi / dari Kota Samarkandi , Tapi kini Kota Samarkand masuk wilayah Negeri Iran .
                Nama asli Raden jaka tarub adalah Sayyid ali Murtadlo Addimat Khan / Al – Kubro. Namun sudah garis hidup R. Jaka Tarub yang sejak lahir sudah harus ditinggal oleh ayahnya ( Sayyid Ibrahim Assamarkandi ) meneruskan pengembaraanya menyebarkan agama Islam dan Ibu Raden jaka tarub ( Dewi Chandra wulan ) menitipkan bayinya kepada seorang Ulama di Magelang yakni Ki Ageng Tarub supaya dibesarkan dan dididik agama Islam serta Ilmu – ilmu kesaktian , kesatriyaan dan Ilmu tata Negara , sebab Ibu Jaka tarub hendak pergi bertapa karena prihatin dengan keadaan Majapahit dalam keadaan Porak poranda dijajah Oleh Pasukan Giri wardhana pimpinan Prabu Udara.
                Siapakah sebenarnya waliullah Ibrahim assamarkandi itu ?... beliau dilahirkan di kota Samarkand Negeri Uzbeskistan di Asia Tengah ,beliau Anak dari Sayyid Jumadil Kubro dengan Putri dari Rusia Selatan . Setelah Dewasa Ibrahim mengikuti jejak ayahnya yakni berkelana menyebarkan Agama Islam hingga ke Tanah Jawa , Makam Ayahndanya Yakni Sayyid Jumadil Kubro berada di Troloyo – Triwulan – Mojokerto – Jawa Timur .
                Dari Garis darah beliau , Sayyid Jumadil Kubro masih keturunan dari Sayyid Zainal Abidin ra ( anak Syayidina Hussein ra bin Ali bin abi Thalib karamallohu Wajhah anak Fatimatus Zahra puti Nabi Muhammmad SAW yang menikah dengan syayidzina Ali karamallohu wajhah  bin abi Thalib ra yang mana sayyid Hussein ra gugur dipadang Karbala karena dibunuh oleh Rezim muawiyah bin abu syofyan pada Th 680 m ( 60 Hijriyah ) karena Sayyid Hussein beserta keluarga dan pengikut – pengikutnya menyuarakan Pro  demokrasi karena Rezim Muawwiyah berdiri tanpa pemilihan oleh Rakyat, yang mana rezim muawwiyah berdiri dengan kekuatan militer yang berbasis di Bagdad ( Irak )
                Raden jaka tarub sangat mahir memanah dan menjadi Pemuda yang sakti mandraguna ,kesukaanya membawa anak panah berburu binatang – binatang dihutan terutama Binatang Kijang untuk dibawa pulang buat tambahan lauk pauk di Rumah
Suatu hari Raden Jaka tarub berburu ke Hutan – hutan lebat namun tak menemukan seekor rusapun, akhirnya dengan rasa setengah putus asa dia hanya berjalan terus menyusuri hutan yang semakin lebat yang lama – lama terdengar suara air terjun dari jauh, dia berkeinginan mendatangi suara air terjun tersebut karena ingin mencuci muka dan bila perlu mandi sebab telah seharian kesana kemari hingga merasa penat, pegal – pegal . semakin dekat , semakin terdengar suara gadis- gadis banyak sekali, Aneh didalam hutan ada suara gadis – gadis bersahut – sahutan ceriam hal itu membuat langkahnya dipercepat menuju air terjun.
                Terlihatlah sebuah telaga yang bening dengan air terjun indah dan terlihat pula 7 orang gadis – gadis jelita bersama – sama mandi berenang – renang bermain – main air terjun. Dengan pelan – pelan mengendap – endap , Raden Jaka tarub mendekati pakaian – pakain mereka yang tertumpuk di semak – semak . diambillah salah satu pakaian mereka yang paling indah dan bentuk pakaianya aneh dan tak seperti pakaian gadis – gadis pada umumnya . disembunyikannya pakaian tersebut dan sudah disipakan kain sarungnya seandainya gadis tersebut mencarinya, Pergilah gadis – gadis jelita itu dengan memakai pakaian serta selendang – selendang mereka untuk terbang keudara, mengertilah Jaka Tarub bahwa gadis – gadis jelita tersebut adalah para Bidadari yang sedang turun ke Bumi, Tinggalah seorang saja yang menangis berendam di air karena tidak memakai pakaian dan selendangnya , mengakulah bidadari tersebut  bernama Nawangwulan pada Raden Jaka tarub yang sedang menawarkan kain sarungya , terpaksa dipakainya kain sarung Jaka tarub dan diajaknya pulang ke Orang tua Raden Jaka tarub yaitu Kyai dan Nyai Ageng Tarub I
                Akhirnya raden Jaka tarub menikahi Bidadari Nawang Wulan dan mempunyai seorang anak perempuan bernama Endang Nawangsih adapaun Air Terjun tempat para Bidadari mandi tersebut bernama Air Terjun Sekar Langit berada di Magelang Jawa Tengah .Selama berumah Tangga keadaan mereka bahagia , tidak kekurangan dalam hal materi , hasil Panen di Lumbung- lumbung melimpah selalu penuh namun Nawang wulan selalu berpesan pada suaminya bahwa Pria jangan mencoba untuk membuka Dandang ( tempat menanak Nasi supaya Nasi segera Matang ) lama – lama Raden Jaka tarub penasaranm sewaktu Nawang Wulan pergi mencuci pakaian ke sungai, Raden Jaka tarub mencoba membuka dandang ( tempat menanak nasi tersebut ) dan heranlah Jaka tarub ternyata di dalamnya hanya setangkai padi bisa cukupkah untuk dimakan Orang serumah? Tapi kenyataanya bila matang mereka semua bisa makan nasi dengan kenyangnya, lalu ditutuplah dandang itu kembali.
                Setelah Nawang wulan pulang dan membuka dandang untuk mengambil Nasi yang sudah waktunya matang ternyata dalam dandang tidak ada setangkai padi yang bisa matang, berarti ada Pria yang membukanya, tahulah dia bahwa siapa lagi kalau bukan suaminya langsung ditegurnya suaminya dan Raden Jaka tarub Mohon ma’af berkali – kali sebab bersalah .
                Sejak saat itu mereka menumbuk padi dahulu sebelum menanak nasi, dengan cara seperti itu mengakibatkan padi – padi dilumbung mereka semakin hari semakin berkurang dan menipis menunggu hasil panenan lagi hingga suatu hari nawang wulan mengambil padi yang tinggal sedikit sekali untuk ditumbuk , ternyata di balik tumpukan padi tersebut terdapat pakaian dan selendangnya yang telah lama hilang ,gembiralah hatinya yang mana dengan pakaian tersebut dia bisa kembali alam kahyangan di langit untuk bertemu saudara- saudaranya .
                Pakian dan selendangnya langsung dipakainya kemudian menemui suami dan anaknya yang masih berumur ± 3 Bulan ,dia langsung memohon Ma’af pada suaminya dan menciumi anaknya sambil berpesan bahwa Nawangsih masih perlu susu Ibu, yang mana Tanggal 15 dan Tanggal 16 Bulan Jawa supaya nawangsih diletakkan sendiri di dalam Gubuk di tengah – tengah sawahnya Raden Jaka tarub, dan Raden jaka tarub tidak boleh berada di dekat Gubuk tersebut, sebab bila raden Jaka tarub mendekat Nawangwulan tidak mau menyusui anaknya, ia berjanji menyusui Tiap Bulan Purnama selama 2 Tahun, setelah itu ia Tidak mau dating lagi pada Raden jaka tarub dan menyuruhnya mengambil istri lagi dari Bangsa manusia kecuali dengan Putrinya Endang Nwangsih, ia akan menemuinya terus walaupun tidak setiap hari.
                Raden jaka tarub hanya Pasrah dan sedih sambil mengendong bayinya serta mengucapkan selamat jalan pada istrinya yang mundur pelan – pelan dan terus terbang dengan selendangnya ke angkasa menuju alam kahyangan.
Setiap hari dirawatnya Endang Nawangsih dengan telaten dan setiap Tiba Bulan Purnama 3 hari diletakkan nya bayi Endang Nawangsih pada Pondok bamboo di tengah sawahnya,banyak penduduk menyaksikan dari jauh kedatangan Bidadari lalu terbang lagi keangkasa , jadi Endang Nawangsih menerima susu Ibu 3 hari bisa mengenyangkan 1 Bulan, beginilah seterusnya hingga nawangsih berumur 2 tahun,sangat sedih hati Raden jaka tarub dengan keadaan yang demikian itu.
                Endang Nawangsih tumbuh menjadi Gadis remaja yang jelita dan dipersunting oleh salah satu cicit dari Brawijaya V yakni raden Kebo Kenonggo ( Sayyid Umar bin Muhammad Faqih ba’syaiban ) atau terkenal dengan sebutan Kyai Ageng Pengging yang berada di Pengging / Sleman – Ngayogyokarto yang mana Endang Nawangsih dengan Kyai Pengging mempunyai anak laki – laki bernama Sayyid Maulana Qorib Bait Abdurrahman Ba’syaiban terkenal dengan Panggilan Mas karebet ( Qorib Bait = Masih arah dari Ahlul Bait = Ahli Rumah Nabi Muhammad SAW = masih keturunan Nabi Muhammad SAW ) lebih terkenal dengan sebutan Raden Joko Tingkir yang menjadi salah satu Perwira Kerajaan Demak dan berhasil menumpas Pemberontakan Arya Penagsang  Hingga Raden Jaka Tingkir diambil menantu oleh Sultan Demak yakni Sultan Trenggono diamanahi meneruskan Tahta kerajaan demak yang pada akhirnya Kerajaan Demak di pindahkan ke Boyolali dan diberi nama Kerajaan Pajang , Joko Tingkir pun bergelar Sultan Hadiwijaya.
                Adapun Jaka tarub setelah selesai Perangnya Kerajaan Majapahit mengusir tentara Giri wardhana yang mana tentara majapahit dipimpin oleh Putra Mahkota R. Patah / Pangeran Jimbun bergabung dengan barisan Wali Songo dengan para santri – santrinya juga sukarelawan rakyat berhasil menumpas tentara giriwardhana  dan gururlah Prabu Udara.
Joko Tarub ikut berjuang dalam barisan wali songo dan setelah berdiri kerajaan Demak, banyak tawaran untuk menduduki salah satu jabatan pada jajaran Pemerintahan demak, akan tetapi beliau lebih memilih hidup sebagai Ulama mendirikan Perguruan di daerah mojoagung ,mendidik generasi muda mengenal kerohanian,tata Negara , kanuragan/kesatriyaan supaya generasi muda mencintai tanah airnya, supaya tidak mudah terpecah belah oleh musuh dan mengenal jati diri bangsa , akhirnya beliau menikah lagi dengan dengan Roro Ayu Maduretno  putri Patih  Baribin dari Pamekasan ( P. Madura ) dan mempunyai 3 Orang anak :
a.       Sunan manyuran ( H. Usman Ba’syaiban ) di Mandalika
b.      Sunan Ngudung ( Syayid Usman Ba’syaiban ) makamnya di Troloyo – Terwulan –Mojokerto
c.       Nyai Gede Tondo Istri Sunan Kertoyoso
Makam Raden Joko tarub berada di Belakang Masjid Demak diapit kedua Orang Tuanya Ki Ageng Tarub I

                Adapun Dewi Nawangwulan telah kembali ke kahyangan bertemu dengan saudara – saudara dan Ayahandanya akan tetapi Nasehat Ayahnya bahwa Nawangwulan tetap seorang ibu yang tetap punya tanggung jawab mendidik dan mengarahkan anaknya hingga dewasa.
Maka disarankan untuk kembali kea lam bumi supaya dekat dengan Endang Nawangsih dan mengarahkanya, sedih hati meninggalkan aLam kahyangan , tetapi itulah tugas sebaga8i ibu.
                Walaupun tidak sering – sering datang ke Endang Nawangsih , Bidadari Nawangwulan tetap terus mengikuti perkembangan pertumbuhan kehidupan Nawangsih.untuk mengimbangi hatinya yang sedih, Nawangwulan mendatangi pimpinan air dan tanah di Planet Bumi yaitu Nabi Khidir as ( Nabi Ballia bin lamah / Putra raja lamah dari Balkan – Eropa Selatan )
Dia menceritakan kisah hidupnya dan apa yang dialaminya pada Nabi Khidir as supaya tahu jalur pemecahanya untuk perjalanan Hidupnya mendatang. Nabi Khidir as mengerti perasaan Nawangwulan , akhirnya diputuskan oleh Nabi Khidir as supaya Dewi Nawangwulan menjadi Pegawainya untuk mengurus Wilayah Bumi sebelah Selatan yakni lautan Selatan Bumi beserta Penduduk didalam lautan terutama bangsa lelembut Penghuni lautan Selatan. Nama nawangwulan baginya adalah nama masa lalu yang sedih  dan sejak saat itu berganti dengan nama Dewi Kenconosari atau Dewi Andhara wati / Dewi Indrawati stsu ratu laut Selatan / Nyai Roro Kidul .
                Disamping sering bertemu Nawangsih , Ibu Ratu laut selatan bisa melihat dari dekat anak dan keturunannya walaupun kadang keturunannya banyak yang tidak menyadari bahwa mereka – mereka masih keturunan Bidadari Nawangwulan ( Ratu Laut Selatan ) Namun Ratu Laut Selatan tetaplah Bidadari yang biasanya Bidadari sangat rajin pada Tugas- tugasnya dan tak pernah meninggalkan baktinya kepada Tuhan Yang maha Esa.
                Datanglah Jaman Kerajaan Pajang diambang Keruntuhannya yang mana seorang perwira muda sakti mandraguna , ahli strategi militer dan masih cucu dari Waliullah Muhammad Fadhillah Addimat khan- Al kubro yang terkenal dengan sebutan Syech magribi di Jawa Tengah, makam beliau berada di Pantai parangkusumo – Ngayokyokarta.
Perwira muda cucu dari Syech magribi Jawa tengah tersebut adalah Sayyid  Zainal abidin Addimat Khan Al – Kubro yang terkenal dengan sebutan Raden danang Sutawijaya / senopati Ing Alaga , makam beliau di Kuto gedhe, Ngayogyokarto dengan sebutan Ngabehi Loring pasar.
                Raden Sutowijoyo adalah anak dari Sayyid Achmad addimat khan – Al Kubro( Anak dari Syech Magribi , Jawa Tengah ) terkenal dengan panggilan Ki ageng Nis .
Raden Sutowijoyo adalah Murid dari Sunan Kalijogo sudah terlalu lanjut pada masa itu tetapi Alloh member kelebihan pada hamba – hambanya yang termasuk dalam tingkatan Auliya’/ Para Wali- Nya untuk melaksanakan Tugas – tugasnya yang harus diselesaikan.
                Yang mana Raden Sutawijayadalam keadaan lelaku Tirakat di pinggir laut Selatan pada daerah Parang Kusumo memohon petunjuk pada yang Maha Kuasa supaya bisa menang perang melawan Kerajaan Pajang yang mana sebagian besar Rakyatnya sudah tidak menyukainya.
Muncullah Ibu Laut Selatan ( Mantan Bidadari Nawangwulan ) yang siap membantu Raden Sutawijaya untuk mengalahkan kerajaan pajang setelah diijinkan Sunan Kalijogo, mereka dinikahkan Oleh Sunan kalijogo.
                Sewaktu Orang- orang mataram ( dipimpin oleh Raden Sutawijaya ) berperang melawan Kerajaan pajang , Pihak kerajaan pajang mengalami kekalahan total dan berdiri lah kerajaan Mataram Islam dengan raden Sutawijaya sebagai Sultan dan ratu laut Selatan sebagai Isteri Selir diberi nama Ratu Dewi Indrawati / Andhara wati , diboyong ke Mataram dan diberi tempat berumah Tangga bernama Panggung Songgo Buana , pada waktu berumah Tangga mengikuti suaminya ratu Laut Selatan hamil dan melahirkan anak laki – laki bernama Raden Ronggo ( sayyid Rokhmad Addimat Khan- Al Kubro )
                Sewaktu sang ratukidul / Selatan mengikuti suaminya di Mataram keadaan rakyat dan pegawai- pegawainya terutama wakilnya yaitu Nyai Dewi Cunda manic memohon supaya sang Ratu kembali ke singgasanya saja dan jarang – jarang dating ke suaminya.
Maka kembalilah sang Ratu mengikuti kehendak Rakyatnya dan hanya tiap – tiap Bulan Purnama 3 hari beliau datang menyususi putranya yang dipelihara oleh kakeknya Ki Ageng Nis yang mana menyusui 3 hari untuk bekal Hidup 1 Bulan, begitulah hingga Raden Ronggo berumur 2 tahun , setelah Remaja raden Ronggo menjadi Pemuda tampan yang sakti Mandra guna , Kadang berada di KeratonAyahandanya , terkadang di Keraton Ibunya di Dalam Laut Selatan.
                Setelah berumah Tangga raden Ronggo banyak menurunkan Putri – putri cantik dan diantara mereka ada yang membawa aurora Yoni hingga keturunan – keturunan Raden Ronggo selalu dinikahi oleh Sultan – sultan baik dari Ngayokyokarta , Surakarta, Mangkunegaran maupun Paku alam untuk dijadikan Permaisuri – Permaisuri ( Trah Sang Bestari = Keturunan Bidadari )
Disamping itu secara fisik ( bangsa Bidadari dicipta dari Mutiara Hidup yang mana mutiara bisa tumbuh subur pada karang – karang di laut ( di dalam air laut ) suasana air laut lebih cocok bagi fisik Bidadari daripada suasana daratan ( dari Tanah +air ) yang memang daratan adalah asal jasad manusia, tapi bukan untuk bidadari.
                Juga udara lebih sesuai untuk bangsa bidadari daripada Tanah daratan yang memang khusus untuk manusia, maka dari itu bidadari lebih cocok hidup di alam Kahyangan ( kehidupan yang ada di atas Negeri angin ) yang mana bila dilihat dengan mata telanjang bahwa mega- mega dan mendung – mendung diangkasa terlihat berjalan kesana – kemari dan kadang – kadang terbawa angin hingga jauh, memang pusaran dan arus angin pada daerah mega dan mendung sangat besar, maka itulah disebut Negeri penuh angin, adapun diatas negeri Angin terdapat kehidupan lagi yang disebut Negeri atasangin atau Alam Kahyangan atau alam dewa – dewi / Bidadari  yang orang jaman dulu menyebutnya Alam kadewataan , apabila dilihat mata telanjang tidak bisa melihatnya karena terlalu jauhnya dari Bumi dan masih berada jauh diatas mega- meda dan mendung – mendung yang banyak anginya, maka dari itu dialam nyata pun amat luas sekali belum ada yang menyingkapkanya secara lengkap, apalagi yang ghaib , hanya mereka – mereka yang sangat dekat dengan Alloh yang diberi jalan dan kelebihan penglihatan atau kelebihan pengetahuan untuk melihat alam semesta entah lewat mata telanjang maupun lewat mata batin yang tidak semua orang mendapatkanya.
                Bidadari / Widyadari tercipta jauh – jauh waktu sebelum manusia dan Jin diciptakan , bidadari tercipta dari Mutiara Hidup yang berasal dari Kristal ciptaan atau pecahan – pecahan Kristal ( mutiara hidup ) yang diturunkan oleh Alloh SWT dari dari Baitul Makmur ( dilangit ketujuh ) diturunkan ke Planet Bumi atau Planet – planet lainya.yang mana Kristal Hidup yang utama (yang tidak menjadi Bidadari – bidadari ) untuk tanda ugeran atau Patokan / Pakubumi / paku Planet untuk Poros tempat Sujud / Persatuan Ibadah bagi makhluk di Tiap- tiap Planet , bila di Bumi adalah Ka’baitulloh di Mekkah ( bagi Umat Muslim ) sedangkan pecahan- pecahannya baik yang besar maupun yang kecil tersebut terlempar masuk kedalam air menjadi Makhluk Bidadari , bagaimana prosesnya hanya Alloh yang tahu dan kun fayakun ( seperti tertera dalam QS Yaasiin “ Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.

 QS Yasin 82 )  sebagaimana Nabi Adam as. Yang tercipta dari sari Pati Tanah dan sari Pati air Bumi yang menjadi sosok manusia sempurna tanpa ayah dan Ibu , maha besar Alloh dengan segala Firmanya.
                Bidadari adalah Makhluk cantik jelita yang kecantikanya tak pernah pudar bak gadis jelita dan wanita merekah umur 25 tahunan, mereka mempunyai Tugas dari Alloh SWTdari planet mana mereka diciptakan. Termasuk yang berada dialam Swargaloka / Nirwana /Surga / Firdaus yang akan datangpun sudah terciptakan oleh Alloh SWT juga berasal dari benda Padat /Mutiara hidup / Kristal Hidup dari baitul makmur berujud ( ujud ) tidak sama dengan makhluk atau jin, bananul jin, syetan.dll.
Bidadari bisa bertemu kita baik lahiriyah berujud wanita yang biasanya mereka kehendaki adalah Orang – orang terutama laki- laki yang berbakti Kepada Tuhan ( lewat agama apapun ) , Orang – Orang yang takut berbohong, jujur, nah jujur..itu sulit hanya 1001 orang yang dapat melakukan, hanya Orang- orang yang tidak memikirkan harta benda di dunia sama sekali ( seperti para sufi, orang- orang yang ma’rifatulloh, Ulama- ulama’, Mursyid, Pendeta – pendeta yang lurus maupun Orang- Orang awam yang takut berbohong ( jujur ) dan rajin berbakti pada Alloh SWT.  
                Makam Raden Ronggo berada di dekat makam ayahnya pada pemakaman Kutho gedhe / Ngabehi Loring Pasar – Ngayokyokarta sedangkan Bidadari Nawangwulan / Ibu Ratu laut Selatan tetap bertugas menjadi pimpinan di lautan selatan sampai hari akhir, begitu pula pimpinan beliau yakni Nabi Khidir as bertugas menjaga keseimbangan tanah dan air di Planet bumi hingga kiamat Qubro.
                Sebenarnya tidak terhitung banyaknya laki – laki yang menikahi Bidadari / Widyandari selama hidup di alam dunia nyata, hanya tak banyak diketahui Umum seperti halnya.
1.       Pangeran Lembu Surenggono ( putra Brawijaya V dengan istri selir ) menikahi Bidadari tapi tidak berketurunan, bahkan Pangeran gugur di lapangan keratin majapahit sewaktu melawan tentara giriwhaedana, dan istrinya puloang ke kahyangan.
2.       Raden jaka putra menikahi bidadari Tunjungwulan dan mempunyai anak laki- laki bekas Bidadari Tubnjungwulan turun bersama saudari- saudarinya pada telaga saranida masih ada, tetapi sudah kering tinggal bentuk – bentuk telaga dan batu- batuanya saja yakni Taman Sarasida daerah Pamekasan – Pulau Madura namun kahirnya Bidadari Tunjungwulan pulang kembali ke Kahyangan.
3.       Sultan Pertama Kerajaan ternate ( Maluku Utara ) yakni Sultan Baabullah Al _ Hussein putra dari Waliulloh Maulana Jamaluddin Al Hussein dari tarim ( Oman ) menikahi Bidadari dan melahirkan anak laki – laki yakni Sultan yang kedua lalu Bidadari itu kembali ke Kahyangan dan meninggalkan benda yang berharga yakni sebuah Mahkota yang mana selalu tumbuh rambut yang memanjang pada mahkota yang tersimpanitu , rambut dipotong setahun sekali pada tanbggal 10 Dzulhijjah / Besar waktu diwaktu Orang – orang berhaji , sedang haji besar dipadang Arrofah dengan tasyakuran di Keraton Ternate sampai saat ini, bahkan pernah diyangkan di stasiun Televisi Trans TV dengan Preseter Hajjah Dorce gamalama
4.       Diantara keturunan Prabu Jayabaya / kameswara II ( Raja kerajaan Kediri ) ada yang menikah dengan Bidadari yakni raden Panditayana ( Resi Pancatyana / Pendeta yang jujur ) bin Prabu Citrasoma bin Prabu Kusumacitra bin Prabu Kusumacitra bin parbu jayamisena / Anglingdharma = Titisan Betara whisnu / Raja Malwapati  bin Prabu Jayamijaya / Kameswara III bin Prabu Jayabaya / Kameswara II bin raja Kameswara I / Raden Ino Kertapati / Ande – ande Lumut suami dari Putri galuh Chandra Kirana / Klenting Kuning ( makam Putri Klenting Kuning berada di Bukit waringin Sapto sebelah bendungan Selorejo – Kecamatan Ngantang – Kotatib batu Kab. Malang Jawa Timur.raden Panditayana menikah dengan bidadari Dewi Laksmita dan mempunyai anak bernama dewi Soma.
5.       Sahabat Resi Pancatnyana / Panditayana yakni Pendeta Resi wrahaspati menikahi BIdadari dan mempunyai anak perempuan bernama dewi Shinta.
6.       Prabu Banjaransari ( raja galuh pajajaran ) / Kini Kabupaten Majalengka ) bahkan diantara istri- istrinya terdapat bangsa Bidadari sebanyak 6 Bidadari.
7.       Nabi Sys as bin Adam as menikah dengan Bidadari bernama Nurmala dan melahirkan 2 anak laki – laki yakni Sayyid An war dan Sayyid Anwas . Sayyid Anwar menikah dengan Bidadari dan mempunyai Anak laki – laki bernama Sang Hyang Nurrosodan dari garisnya beliau menurunkan Tokoh- tokoh yang banyak dianut Oleh Orang- Orang Timur terutama benua Hindia ( India, Jawa maupun Asia Tenggara ) sedangkan garis keturunan Sayyid Anwas yang menikahi Bidadari juga menurunkan keturunan – keturunan yang kebanyakan menjadi nabi – Nabi / utusan – utusan Yang Maha Kuasa.
8.       Beghawan / Pendeta Mangliawan ( kakek Kandung Raden Hanoman / si Kera Putih ) menikah dengan Bidadari Dewi Indradi ( nenek kandung hanoman ) mempunyai 3 Orang anak yaitu Raden Sugriwo, Raden subali dan Dewi Anjani ,mereka tampan- tampan dan cantik jelita.Bidadari Dewi Indradi diturunkan dari Kahyangan ke Bumi sebab mempunyai kesalahan berpacaran dengan Bethara Surya ( yang menunggu Planet Matahari ) dan banyak melalaikan tugas – tugasnya,selalu saja menikmati Cupu manic hastagina pemberian Bethara surya. Setelah turun kebumi bidadari Dewi   Indradi tersebut dinikahi oleh Beghawan mangliawan yang selalu bertapa di tengah Hutan lebat dekat sebuah sumber / sendang yang sangat jernih airnya selama berumah Tangga dan mepunyai 3 Orang anak Bidadari Dewi Indradi selalu mandi pada sendang / sumber tersebut demikian juga dengan dewi Anjani / anak Bidadari sehingga disebut sendang Bidadari sampai kini Sendang Bidadari masih dikeramatkan karena airnya masih mempunyai Tuah / Yoni apalagi kalau dibuat mandi atau diminum , Sendang Bidadari terletak di pemandian Wendit / Mendit yang terkunci rapat dan harus minta ijin pada Juru Kunci dan biasanya dibuka pada bulan – bulan tertentu Umat Hindu datang berdo’a untuk maha resi yang bertapa disitu dan terahir yang bertapa  disitu adalah Maha Resi Vandhita ( salah satu Putra Pabu Brawijaya V / terakhir dan tidak menikah bertapa sampai akhir hayatnya.
Cupu manic Hastagina diberikan kepada Dewi Anjani dan setiap hari dan setiap hari hanya melihat cupu manic tersebut ( berisi bentuk dan isi seluruh alam mini ) hingga membuat sang Dewi anjani lupa belajar pada ayahnya hal itu membuat iri hati 2 saudaranya akhirnya terjadi perebutan ketiga saudara itu , perebutan itu akhirnya diketahui oleh Ayahandanya ( Pendeta Mangliawan yang jujur ) dan cupu manic hastagina dipegang olehnya dan bertanya pada putrinya siapa yang member benda langit tersebut ( tidak ada dibumi yang seperti itu ) Dewi anjani menjawab bahwa itu adalah pemberian ibunya, dipanggilnya Dewi Indradi oleh suaminya dan ditanya darimana benda langit tersbutnamun bidarai dewi Indradi bungkam seribu basa , benar – benar tak mau membongkar cintanya dulu dengan betara Surya akhirnya Pendeta Mangliawan mengeluarkan sumpah Paso dan Bidadari Dewi Indradi seperti  Arca batu …..
Langsung istrinya tersebut berubah menjadi arca batu dan diangkat untuk dilempar jauh – jauh dengan mengucapkan bahwa kelak menjadi Bidadari kembali setelah arca tersbut terpegang oleh tangan cucu- cucu nya / buyut- buyutnya . Arca tersbut terlempar jauh dari benua Hindia dan jatuh pada perbatasan Benua alengka diraja ( Benua Godawana ) ketiga anak- anaknya menangis bersujud pada Ayahandanya dan benda langit Cupu Manik Hastagina dilempar pula oleh Maha Resi Mangliawan dan jatuh menjadi danau bernama Danau Mandirda .
Nah Bagaimana dengan generasi muda sekarang masihkah ada niatan untuk beristrikan Bidadari ? ..Bidadari adalah Makhluk cantik yang kecantikanya tak pernah pudar dan diberi
Tugas Oleh Alloh sesuai dengan Tugasnya masing – masing dan disediakan oleh Alloh bagi Bangsa Manusia dan Jin untuk diperistri apabila pria – pria ( dari Bangsa Jin dan manusia ) tersebut benar – benar jiwa raganya berbakti lahir batin Kepada Alloh SWT.
                Sahabat – sahabat Nabi banyak yang memohon untuk dikawinkan dengan Bidadari- bidadari ,Nabi Muhammad SAW banyak menawari sahabat – sahabat yang masih lajang baik jejaka Muda, jejaka Tua maupun duda apabila mau menikah dengan    karena cintanya kepada Allah mereka memilih dinikahkan dengan bidadari , mereka memang dinikahkan dengan Para bidadari oleh Nabi Muhammad tetapi setelah dinikahkan diantara mereka dengan istri - istri nya ( para bidadari tersebut ) saling berpisah dan berjanji bertemu pada saat tugas - tugas mereka sudah selesai , yang bidadari punya Tugas sendiri ( dari Pimpinan- pimpinan langit yang diutus oleh Alloh SWT ) yang sahabat- sahabat yang sudah dinikahkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan para Bidadari memilih tugas - tugas menegakkan Agama di belakang Nabi karena pada masa itu tugas menegakkan Agama belum selesai.
berbahagilah mereka - mereka Sahabat - sahabat Nabi Muhammad SAW dan mulialah Pemuda- pemuda yang mengikuti jejak - jejak Para Sahabat Nabi Muhammad SAW walaupun hidup dijaman Modern yang menegakkan Agama yang benar " bagaikan memegang Api di Tangan ", sangat berat karena tantangan Zaman.
     Dari Kisah - kisah para Kesatria - Raja- maupun manusia pilihan mereka, adalah Orang - orang yang istimewa yang mendarmakan kehidupan demi Tuhan- nya , apakah bertemu di Alam kelanggengan maupun dialam nyata , yang jelas kalau melihat kisah - kisah dan catatan - catatan Kuno bahwa pria- pria yang dipertemukan oleh Alloh dengan Para Bidadari adalah Pria- pria yang berbakti kepada Yang Naha Kuasa baik Utusan- utusan / Nabi - nabi Zaman Purba, wali - wali , Pendeta - pendeta yang jujur, Ulama'- ulama' yang jujur maupun satriya- satriya yang jujur , baik sengaja maupun tidak bisa bertemu dengan Bidadari.
     Itulah sedikit keterangan mengenI Bidadari , apapun yang tertulis maupun terucap dalam Kitab - kitab suci berarti ada, hanya tinggal yang membaca masih mau menyelidiki atau mencarinya ?.
Tidak hanya mau mengerti dalam cara terjemahanya saja , itu masih kurang lengkap , masih harus dicari intinya dari Ayat- ayat Tuhan Apa arti dibalik arti satu ayat ? apa arti dibalik arti suatu ayat ? apa yang tersirat dibalik arti yang tersurat ? Tugas generasi muda untuk selalu mencari apa arti dari yang tersirat pada terjemahan- terjemahan Kitab suci .
Kitab suci ( Ucapan yang maha kuasa )sangat luas sekali tujuanya , Tuhan Yang Maha Satu sendiri ( Ganjil ) dan Ghoib arti Ganjil sama dengan anehm Jadi Tuhan Yang Maha Satu itu Aneh, artinya tidak sama dengan Mahkluk ( Tak satupun Makhluk menyamai- Nya ) dan Maha sempurna
     Mudah - mudahan kita semua dan Kami Para Penulis yang bodoh ini diberi Hidayah, Rahmat, dan Hikmah dari Tuhan Yang maha sempurna supaya bisa mengertikan apa dibalik sesuatu yang ada atau tersirat dan tujuanya.Mudah- mudahan kita semua dan kami yang bodoh- bodoh ini lebih bersabar diri, mawas diri dan bisa mengamalkan apa yang diperintahkan Tuhan Yang Maha Esa- Amin ya robbal alamin.

Sumber - sumber Tulisan diatas :
1. Bagian Statistis Arrobithoh Al Alawiyah , Almaktab Addaimi ( kantor pemelihara sejarah dan statistik Alawiyah ) Jl. Nangka III Atas No. 9 RT 005 / 03 Komplej ANtilope II, Jatibening II, Bekasi 17412 Telp 02184993330 - Jakarta
2. Kitab Pangiwo - Panengen - Ki Padmosusastro - Surakarta Th 1898 di cetak Oleh G.C.T. Van Dorp & Co Th 1902 - Semarang & Surabaya oleh Keraton Surakarta
3. Kitab Agshosul Ambiya yang aslinya ditulis oleh sahabat Rosululloh Assa'laby ra dan
diterjemahkan kedalam Melayu oleh Waliulloh Ashari Al Khalidi Pada Jaman Kerajaan Islam - Samudra Pasai ( Aceh )
4. Agama Islam lentera Kehidupan oleh :
                                 - Drs Junaidi Anwar
                                 - Drs. Margiono
                                  - Drs Latifah.
5. Nara Sumber Ibu Endang Permata Asri " Blusukan keberapa tempat dimana para Bidadari pernah turun diantaranya :
- Sendang Bidadari di Taman Wendit + 2 km ( dari Rumah Kyai Djawan Samudro ) Ds. Mangliawan - Wendit ( mendit ) Kec. Pakis Kab.  Malang.JATIM
- atas dan Lereng Gunung Widodaren / Gunung Bidadari = antara Pegunungan Bromo dan Gunung Semeru , dimana disitu terdapat bekas President   sukarno dulu sewaktu mahasiswa bila hari libur sering bertapa - Tafakur di tempat tersebut memohon kepada Alloh SWT tentang Pemerintahan    bagaimana supaya Negeri terjajah oleh Belanda bisa segera Merdeka , betapa Bung Karno sedari muda sudah rajin berjalan mencari Ilmu yang  berguna untuk Negara , apakah juga sama dengan Pemuda sekarang ,bila Liburan sekolah pada Liburan kemana ?
- Air Terjun dan sendang sekar Langit di Kota Magelang - Jawa Tengah dimana  Bidadari Nawangwulan  dan ke 6 saudari- saudarinya mandi pada
air Terjun tersebut hingga Nawangwulan di Peristri Oleh Jaka Tarub dan beroleh Anak Endang Nawangsih.
- Sendang Senjayo, di dukuh Mbener - Desa Tingkir - Kab Salatiga - Jawa Tengah juga terdapat sendang sumber yang para Bidadari saudari – saudari Dwi Nawangwulan sering datang dan Mandi - mandi di tempat tersebut banyak dikunjungi oleh banyak dan sangat ramai pada Bulan Syuro
- Makam Putri Dewi Nawangsih  Ibu Raden Jaka Tingkir di Kec. Purwodadi Kab. Grobokan - Jawa   Tengah yang mana makam beliau berdampingan          dengan suaminya Yakni Kyai Ageng Butuh / Kyai Ageng Pengging / Raden kebo Kenonggo / Sayyid Umar Faqih Ba'syaiban ( ayah dari Raden jaka Tingkir / Mas Qorib Bait - Karebet / Syayid Abd Rahman Umar Ba'syaiban )
disitu terdapat juga Makam Raden Lembu Peteng / Raden Bondan Kejawan ( Putra Prabu Brawijaya V ) dengan salah satu selirnya ) yang sejak bayi dipelihara oleh Kyai Ageng Butuh / Kyai Ageng Pengging / Raden kenonggo dan dididik di Pesantrennya dan setelah Kyai Ageng pengging wafat maka Raden Bondan Kejawan yang mengasuh Pesantren tersebut hingga akhir hayatnya , sedang raden Joko Tingkir yang lebih berhak mengasuh Pesantren diambil menantu oleh Sultan Trenggono Demak dan menjadi Sultan di Kerajaan Pajang ( kini kota Boyolali ) bergelar sultan Hadiwijaya.
- Air sumber 7 Bidadari pada bekas Keraton kerajaan banten - Jawa Barat yang kini masih tinggal tanahnya dan puing- puing nyapun tiada karena dibumi hanguskan pemerintah Hindia Belanda ) pada Kota Banten lama tidak jauh dari Masjid banten Lama yang terdapat makam waliulloh syech Alinudin yang berasal dari Turki yang lebih dulu datang sebelum zamanya Wali Songo ada.
- Bekas Taman Sarasanida ( sudah mengering ) pada desa terpencil di Kabupaten pamekasan - Pulau Madura Jawa Timur bekas para Bidadari ( 7 Bidadari ) yang diataranya Dewi tunjung wulan yang menikah dengan Pemuda bernama Raden Putra dan mempunyai anak laki- laki namun istrinya kembali ke Kahyangan.
- Lereng - lereng Gunung Arjuno banyak sendang- sendang bekas bidadari turun dan mandi hanya orang - orang tertentu yang kadang - kadang bertemu
- danau Indah pada Lereng Gunung Rinjani di Pulau Lombok bekas Dewi anjani ( Ibu Raden hanoman ) bertapa dan bermain- main dengan para Bidadari yang turun dari kayangan hingga akhirnya dewi anjani ikut menjadi salah satu Anggota Bidadari tersebut.Juga menurut keyakinan masyarakat setempat sampai kini mempercayai bahwa para Bidadari tersebut sering datang ke tempat tersebut hanya Orang - orang tertentu yang ditemui oleh para Bidadari.
- taman Kerajaan kupu- kupu bantimurang - Sulawesi Selatan yang terdapat 3 danau diatas gunung kecil yang penuh dengan Kupu- kupu indah sekali, berjuta - juta Kupu- kupu mengelilingi danau tersebut, terdapat air sumber Hijau Bening warnanya bekas bidadari mandi - mandi dan airnya bisa untuk pengobatan dan dilestarikan oleh Pemuda setempat ( dirawat ) dan dijaga oleh Para Polisi Perhutani supaya tidak dipakai mandi Umum.
- Pada Desa Banjaransari Kabupaten Purwokerto Jawa tengah terdapat bekas Kolam ( yang sudah mengering ) para Bidadari yang menjadi Istri- istri Prabu galuh Banjaransari ( Raja galuh Pajajaran ) bermandi - mandi dan bertemu suaminya Prabu Banjaransari , beliau mempunyai 6 Orang Istri Bangsa bidadari 1 Permaisuri bangsa Manusia dan banyak sekali selir- selir bangsa manusia.
- Sebenarnya pada Lereng Gunung Merbabu - Jawa tengah masih banyak tempat - tempat yang didatangi oleh Bangsa Bidadari yang mana masih banyak tumbuh bunga cempaka merah yang telah langka yang mana sangat disukai oleh Bangsa Bidadari , tetapi Nara sumber tidak berani datang kesana sebaba hutanya masih lebat dan Keramat, hanya melihat - lihat dari lembah bawahnya saja.
- Nara sumber Ibu endang Permata Asri sudah pernah berziarah ke makam - makam para wali, para Raja - raja dan makam Putri- putri sepanjang Ujung Pulau jawa sebelah Timur yakni Kota Banyuwangi hingga Ujung Batas Pulau Jawa yakni Kota Merak juga seluruh Pulau Bali baik Makam Islam  (Yang mana ada 7 makam waliulloh mengelilingi P. Bali ) maupun makam  Tokoh - tokoh Jindu dan Makam Pahlawan Kemerdekaan yang Puputan ,begitu pula di Pulau Lombok banyak makam Waliulloh dan terdapat Petilasan / Ada yang hilang Makam Bulat ( bentuknya Bulat ) Mahapatih Gajahmada di daerah Seloparang , yang mana beliau terahir hidup berguru Pada Sunan Prapen ( Putra Sunan Giri ) mereka bertemu di Pulau Lombok , Maha Patih gajah Mada adalah Milik Bangsa Indonesia milik semua Agama mengakuinya karena baktinya kepada Negara.
- nara sumber sejak masa kanak- kanak hingga lulus SDN setiap Tahun pada Bulan Asyuro / Suro / Muharam selalu dibawa oleh ayahnya keliling      berziarah ke makam - makam para Wali songo dan bermalam di Masjid Agung Demak - Jawa Tengah, melanjutkan perjalanan menuju Pos Terahir pada             Makam - makam Raja Kesultanan Mataram di Kotagedhe " Ngabehi Loring Pasar " Ngayokyokarta dan Pemakaman raja - raja Kesultanan Kerajaan Ngayogyokarto Hadiningrat dan Kasunanan Raja - Raja Surakarta / Solo pada Pemakaman Bukit Imogiri bantul Ngayokyokarto hadiningrat - Jawa Tengah.
- Sejak kematian ayahandanya sudah tidak bisa nelakukan Perjalanan spiritual seperti itu  , Ayahnya meninggal di Mekkah dan dimakamkan pada         Pemakaman Ma'ala Mekkah Al Mukaromah  saudi Arabia.
Ketika berumur 37 tahun mulailah melakukan perjalanan spiritual dari Makam Raja - raja dan Putri - putri sepanjang Ujung Pulau Jawa sebelah Utara       maupun sepanjang ujung Pulau Jawa sebelah Selatan dengan cara seorang diri setiap 2 Tahun sekali dan untuk menghemat Ongkos dilakukan dengan berpuasa , hal tersebut dilakukan hingga saat ini berumur 50 Tahunan banyak sekali hikmahnya dan tak dapat diungkapkan walau melalui kata- kata           maupun tulisan " sabda Rasululloh SAW " Hikmah adalah Harta yang paling berharga bagi Kaum beriman, yang Hilang hendaklah di Punggut dimanapun bertemunya " dan saat melaksanakan Pelajaran Spiritual mulai umur 37 Hingga 50 an Tahun tersebut bukan hanya berkeliling begitu saja akan tetapi    penuh dengan segala cobaan dan menyakitkan hati, Fitnahan- fitnahan , cemo'ojan , hinaan dan cibiran ... akan tetapi semangat tersebut diterima dengan       sabar Hati , lapang dada  tidak berkomentar apapun dan terus melangkah kedepan penuh Percaya diri berserah hanya Kepada Tuhan Yang Maha Esadan segala apa yang Orang - orang umum hanya melihat luarnya saja suatu saat akan tahu yang sebenarnya dan penuh Percaya diri bahwa kenbenaran hanya Alloh - lah yang tahu dan pada saatnya nanti Kebenaran kelak akan diperlihatkan Oleh Alloh SWT.
Mudah- mudahan anak- anak Keturunanya menyukai berziarah ke Makam - makam Para Aul;iya' / Waliulloh dan lebih menekuni darma kebaikan               ,berjalan meniti Ilmu yang diridloi oleh Alloh SWT, Aaamiin.
6. Diantara Guru - guru nya Nara sumber ( Ibu Endang Permata Asri ) banyak Guru- guru Mursid yang Mumpuni.
- Bpk Latief Desa Bunut Wetan ( 500 m dari Rumah Kyai Djawan samudro ) Kecamatan pakis- Kabupaten Malang.
- Ibu Pendeta Lao Ste Koh Tah Cee  yang telah berumur 100 tahun pada Th 2015 yang Ahli Tafsir Al- Kitab beliau adalah salah satu Pengasuh  pada gembala Gereja Kristen Protestan - malang - Jawa Timur
- Ibu Nyai "aisyah Ba'syaiban yang telah berumur 109 Tahun pada tahun 2015 yang ahli dalam tafsir al - Qur'an bertempat tinggal di Desa jabung Kec. Jabung Kab. malang - Jawa Timur ,beliau berasal dari keluarga Ulama dari Kota bangil - Pasuruan yang sejak jaman Penjajahan Belanda sudah    mempunyai Murid- murid yang majemuk baik dari Kalangan Agama Islam maupun Non Muslim maupun dari berbagai macam Etnik / Macam - macam                 Bangsa , biarpun sudah berumur 109 tahun namun bila punya Rezeki tetap berjalan / Thoriq silaturrahmi ke kerabat- kerabatnya baik Kota - kota Dekat maupun yang jauh ( Ke jakarta ) seorang diri dan tidak pikun ( daya Ingatnya masih tajam ) dan belum berkaca  mata, bila membaca Al _ Qur'an (mengaji ) masih lancar tanpa Kaca mata.
7. Penulis ( Kyai Djawan Samudro ) mengenal Ibu Endang mulai dari Masa sulit Hingga sampai sekarang dan menurut penulis Ibu Endang adalah sosok Spiritual dan ahli dalam masalah Hitungan Jawa dan sabar serta penuh dengan sifat welas asih , seorang  ( Nara sumber ) yang membiayai sendiri – tulisan -Tulisanya, dan terkadang Penulis sangat Sukan bila menerima Pemberian beliau tapi mau apa lagi... sejak Berdiri Blog Kyai Djawan Samudro ( Kyai Djawan Samudro maupun Ibu Endang tak pernah mendapat Imbalan dari Para Plagiat yang banyak mengambil Tulisan- tulisan Kami namun tak satupun yang kulo nuwun pada kami, Mungkin sudah nasib kami sebagai PENULIS SEJARAH KUNO yang terlupakan.
8. Blog. Kyai Djawan Samudra
9. Catatan Harian Ibu Endang Permata Asri  
10. dll.